Kota Mataram

Lansia di Mataram Terancam Tercecer dari Jaring Pengaman Sosial

Mataram (NTBSatu) – Kelompok lanjut usia (lansia) di Kota Mataram berada dalam bayangan jaminan sosial. Dengan penurunan kondisi fisik hingga keterbatasan ekonomi, bantuan pemerintah dijadikan sandaran utama hidup.

Kekhawatiran masyarakat akan terputusnya bantuan pemerintah menjadi aspirasi yang paling mencolok, yang ditemukan di lapangan belakangan ini.

Ketua DPRD Kota Mataram, Abdul Malik mengatakan, jika bantuan sosial bagi lansia tidak hanya tentang materi, melainkan jaminan keberlangsungan hidup.

“Mereka menaruh harapan kepada pemerintah agar tetap diperhatikan, terutama melalui bantuan-bantuan sosial,” katanya.

Dilihat dari kacamata kebijakan publik, kebijakan bagi para lansia di Kota Mataram tidak bisa dituntaskan melalui pembagian sembako, atau uang tunai. Tetapi, perlunya skema perlindungan sosial berupa akses kesehatan hingga ruang sosial khusus.

Abdul Malik menilai, saat ini banyak lansia yang berjuang sendiri di masa tuanya. Oleh karena itu, aspirasi yang ada tidak hanya menjadi laporan, tetapi menjadi kebijakan penganggaran yang memprioritaskan kelompok rentan.

“Perhatian kepada lansia harus menjadi komitmen bersama. Mereka telah banyak berkontribusi bagi pembangunan, sehingga sudah selayaknya mendapatkan perhatian yang layak,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Abdul Malik menegaskan, laporan aspirasi akan dibawa ke meja legislatif sebagai dasar penyusunan program dan fungsi pengawasan terhadap Pemerintah Kota Mataram.

Adanya laporan ini sebagai catatan bagi Pemerintah Kota Mataram, untuk memastikan tidak ada lansia yang tercecer dari sistem pendataan. Termasuk bagi mereka dengan kondisi ekonomi rendah, namun tidak memiliki jaminan sosial maupun kesehatan.

Terakhir, Abdul Malik menyampaikan komitmennya agar aspirasi masyarakat bisa ditindaklanjuti secara konkret dan tepat sasaran. “Kami akan terus hadir di tengah masyarakat untuk mendengar langsung apa yang mereka butuhkan,” tambahnya. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button