Kota Mataram

Timur Tengah Bergejolak, Pemkot Mataram Pastikan Persiapan Haji Tetap “On The Track”

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menegaskan, persiapan keberangkatan jemaah calon haji tetap berjalan normal. Kepastian ini menyusul dinamika situasi di kawasan Timur Tengah yang sedang bergejolak.

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang mengatakan, pemerintah telah menyusun seluruh tahapan secara sistematis agar jemaah dapat berangkat dengan tenang. Terkait kekhawatiran mengenai kondisi keamanan global menjelang keberangkatan yang menyisakan waktu sekitar dua bulan lagi, Martawang optimis situasi akan melandai.

IKLAN

“Tetap berjalan normal sesuai dengan time schedule (jadwal waktu, red) yang sudah kami siapkan. Bagian Kesra Setda Kota Mataram sudah mempersiapkan. InsyaAllah nanti bulan Syawal kita akan mulai mempersiapkan untuk manasik haji yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Mataram,” ujar Martawang, Selasa, 3 Maret 2026.

Ia berharap, sisa waktu menuju hari keberangkatan memberikan ruang bagi terciptanya kondisi yang lebih kondusif di tanah suci.

“Kalau kita hitung dari sekarang berarti tinggal dua bulanan. Mudah-mudahan satu bulan ini bisa menjadi landai. Sehingga, prosesi pemberangkatan jemaah haji kita itu sudah berada dalam posisi insyaAllah, amanlah gitu,” jelasnya optimis.

Identitas Khusus: Rompi Warna Toska

Selain kesiapan mental melalui manasik, Pemkot Mataram juga telah mematangkan atribut fisik jemaah agar mudah petugas kenali dan terorganisir dengan baik selama berada di Arab Saudi.

“Kebetulan saya sudah diskusi dengan Pak Kabag Kesra, kita sudah ada kesepakatan warna dan rompinya itu sudah kita sepakati. Mempertimbangkan masukan-masukan yang Bapak Wali Kota perintahkan kepada kami, sudah kita tetapkan,” ungkap Martawang.

Secara spesifik, ia merinci detail atribut yang akan menjadi ciri khas jemaah asal Mataram tersebut dengan rompi berwarna Toska dengan ukuran yang menyesuaikan, seperti S, M, L, XL.

Pada sisi lain, menanggapi isu kesehatan dan persyaratan tambahan seperti vaksinasi, Martawang meyakini masyarakat Kota Mataram sudah memiliki kesadaran yang tinggi, berkaca pada pengalaman pandemi sebelumnya.

“Kalau untuk Covid-19, saya kira hampir tidak ada warga masyarakat kita yang belum divaksin. Tinggal menunjukkan kartu vaksinasinya yang sudah dulu itu,” tambahnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button