Mega Proyek SPAL-DT Rp700 Miliar Dimulai, Kota Mataram Perkuat Infrastruktur Sanitasi
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota Mataram, segera merealisasikan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPAL-DT). Adapun nilai investasinya lebih dari Rp700 miliar.
Proyek strategis tersebut kini memasuki tahap pelaksanaan, setelah proses tender internasional rampung dan kontrak kerja resmi ditandatangani dengan pihak pemenang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning menyampaikan, seluruh tahapan administrasi telah selesai.
“Pemenang tender dari BUMN sudah ada, bahkan kontraknya sudah ditandatangani. Saat ini, kami fokus pada sosialisasi di tingkat kelurahan dan lingkungan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan,” ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.
Pembangunan SPAL-DT merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan sanitasi perkotaan, yang telah pemerintah rencanakan sejak 2018 dan memperoleh persetujuan dari Pemerintah Pusat. Proyek ini mencakup pembangunan jaringan perpipaan limbah skala kota, instalasi pengolahan air limbah atau Waste Water Treatment Plant (WWTP), serta sambungan langsung ke rumah tangga.
Pada tahap awal, pembangunan berfokus di Kecamatan Ampenan dan Sekarbela dengan cakupan layanan sekitar 13.500 sambungan rumah tangga. Selanjutnya, perluasan sistem ini berlangsung secara bertahap ke wilayah kecamatan lainnya di Kota Mataram.
Pelaksanaan proyek melalui skema tahun jamak multi–years contract, dengan masa kontrak yang telah berjalan sejak pertengahan Maret. Dalam hal ini, Pemerintah Pusat bertanggung jawab terhadap pelaksanaan konstruksi.
Sediakan Lahan 3,5 Hektare
Sementara itu, Pemerintah Kota Mataram berperan dalam penyediaan lahan seluas 3,5 hektare di kawasan Bagek Kembar serta dukungan operasional di daerah. Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri menegaskan, kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran proyek tersebut.
“Kami menerima informasi pemenang tender sudah ditetapkan. Pemerintah kota akan menyiapkan berbagai dukungan, termasuk pengaturan lalu lintas selama pemasangan jaringan pipa agar pelaksanaan tetap berjalan lancar,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipatif terhadap potensi dampak pelaksanaan proyek. Khususnya, terkait aktivitas masyarakat di ruas jalan yang terdampak. Sosialisasi terus Pemkot Mataram lakukan, guna memastikan proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan minim gangguan. (*)


