Distribusi LPG 3 Kilogram di Sumbawa Dinilai Belum Merata
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Distribusi LPG 3 kilogram di Kabupaten Sumbawa dinilai belum merata. Perbedaan kuota antarwilayah menyebabkan sebagian desa mengalami kelebihan pasokan, sementara desa lain justru kekurangan. Hal ini menyulitkan masyarakat memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.
Pemilik pangkalan LPG di Desa Jorok, Salim menilai, ketimpangan distribusi terjadi karena kuota tidak sesuai dengan jumlah Kepala Keluarga (KK). Ia mengungkapkan, satu pangkalan yang melayani sekitar 500 KK hanya memperoleh sekitar 50 tabung per minggu.
“Kalau dihitung, satu tabung bisa baru didapat lagi setelah 10 minggu. Ini bukan sekadar keterlambatan, tapi sudah masuk kategori kelangkaan bagi warga,” ujar Salim kepada NTBSatu, Senin, 26 Januari 2026.
Ia menambahkan, kondisi tersebut semakin terasa setelah salah satu pangkalan di wilayahnya ditutup. Padahal sebelumnya dua pangkalan dinilai masih mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Gas ini sudah jadi kebutuhan vital sehari-hari. Apalagi menjelang puasa, kalau tidak dievaluasi ulang, kondisinya bisa lebih parah,” katanya.
Tanggapan Pemkab Sumbawa
Menanggapi hal tersebut, Analis Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa, Mahdi, SE., mengatakan pemerintah daerah (pemda) saat ini tengah melakukan pemetaan kebutuhan LPG di tingkat desa untuk memperbaiki sistem distribusi.
“Kami sedang menyinkronkan data kependudukan dengan data agen dan pangkalan. Agar kebutuhan setiap desa bisa lebih pas dan tidak terjadi kelebihan atau kekurangan,” jelas Mahdi.
Mahdi menegaskan, pemda tidak mengatur langsung teknis pembagian tabung di pangkalan karena hal tersebut merupakan kewenangan agen. Namun, hasil pemetaan nantinya akan menjadi dasar rekomendasi kebijakan distribusi ke depan.
Terkait harga, Mahdi memastikan, Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram di Sumbawa sebesar Rp18.000 per tabung dengan toleransi maksimal Rp20.000.
“Jika ditemukan penjualan di atas Rp20.000, kami pastikan akan langsung ditindak. Masyarakat juga bisa melapor melalui hotline gas dengan bukti yang jelas,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemda berharap melalui pemetaan yang sedang berjalan distribusi LPG 3 kilogram dapat berlangsung lebih adil dan merata. Sehingga kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Ramadan dapat terpenuhi dengan baik. (Marwah)



