Realisasi MBG di Sumbawa Baru 17 Persen, 33.545 Warga Tercatat Terima Manfaat MBG
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumbawa hingga awal tahun 2026 masih berada pada angka 17 persen dari target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusmayadi menjelaskan, dari target 122 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang direncanakan, saat ini baru 11 SPPG yang telah beroperasi.
“Dari target 122 SPPG di Sumbawa, yang terealisasi baru 11 SPPG. Artinya realisasi kita saat ini baru sekitar 17 persen,” ujar Rusmayadi, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia menyebutkan, berdasarkan target pemerintah pusat, jumlah penerima manfaat Program MBG di Kabupaten Sumbawa seharusnya mencapai 205.484 jiwa. Penerima tersebut mencakup anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak dengan kondisi kekurangan gizi.
“Dengan jumlah dapur MBG kita yang saat ini beroperasi, penerima manfaat program tersebut tercatat sebanyak 33.545 warga di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa,” paparnya.
Rusmayadi merinci, selain 11 SPPG yang telah beroperasi, saat ini terdapat sekitar 56 SPPG yang masih dalam tahap pembangunan. Pemerintah daerah menargetkan pemenuhan 122 SPPG dapat tercapai paling lambat pada tahun 2027.
“Yang sudah berjalan baru 11 SPPG, sementara sekitar 56 SPPG masih dalam proses pembangunan. Harapan kita, paling lambat tahun 2027 target SPPG bisa terbangun,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rusmayadi menyampaikan bahwa keberadaan dapur MBG diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan status gizi masyarakat, termasuk dalam upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Sumbawa.
“Berdasarkan data tahun 2024, angka stunting di Sumbawa tercatat sebesar 29,87 persen. Dan MBG ini sangat bermanfaat dan membantu masyarakat dalam rangka meningkatkan gizi, khususnya bagi kelompok sasaran,” katanya.
Terkait kebutuhan tambahan SPPG, Rusmayadi mengungkapkan pihaknya telah mengusulkan penambahan dapur MBG kepada pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Namun hingga kini belum ada informasi lanjutan terkait persetujuan usulan tersebut.
“Sudah, kami sudah mengajukan kebutuhan tambahan SPPG dan berharap usulan ini dapat segeralah disetujui,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan dapur MBG dapat terus berlanjut sehingga pelayanan gizi kepada masyarakat Sumbawa dapat diperluas secara bertahap, sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
“Semoga tidak ada hambatan, ya supaya pembangunan tambahan SPPG bisa segera dilakukan, sehingga operasional dapur MBG dapat melayani lebih banyak masyarakat,” tutupnya. (*)



