Pemkab Sumbawa Tata Brangbiji – Seliper Jadi Lokasi CFD
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Penataan Kota Sumbawa kini diarahkan bukan sekadar memperindah wajah kota, tetapi mendorong kawasan agar hidup dan berkembang.
Salah satu fokus utamanya adalah penataan kawasan Car Free Day (CFD) yang rencananya lebih panjang, tertata, dan berdampak langsung bagi aktivitas masyarakat serta pelaku UMKM.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya mengatakan, pemerintah akan memperluas kawasan CFD secara bertahap. Mulai dari Lempeh Brangbiji (Lembi) hingga Seliper, bahkan tembus ke Pantai Goa.
“Yang paling utama dalam penataan kota itu supaya kawasan bisa berkembang. Karena itu kita lakukan penataan yang jelas arahnya,” kata Suharmaji kepada NTBSatu, Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia menjelaskan, penataan kawasan Lembi kini pemerintah lanjutkan dari Jembatan Samota yang saat ini sedang Kementerian PU kerjakan. Membentang dari Samota ke Morakali, lalu hingga Seliper.
“Dari Jembatan Samota kita lanjut penataan sampai Morakali, lalu ke Seliper. Ke depan, kita juga akan usulkan sampai Pantai Goa,” jelasnya.
Menurutnya, penataan ini bukan tanpa tujuan. Jika kawasan tersebut telah tertata baik, aktivitas CFD tidak lagi terbatas hanya dua jam, tetapi bisa berlangsung sepanjang pagi bahkan seharian. Dengan konsep ruang publik yang nyaman dan bersih.
“Kalau kawasan ini sudah rapi, CFD tidak harus cuma dua jam. Bisa dari pagi sampai siang, bahkan seharian,” ujarnya.
Topang Pertumbuhan UMKM Lokal
Selain menjadi ruang aktivitas warga, pemerintah juga menyiapkan kawasan tersebut untuk menopang pertumbuhan UMKM lokal. Terlebih, selama ini jumlahnya cukup besar dan membutuhkan ruang usaha yang tertib dan representatif.
“UMKM kita dulu terdaftar itu banyak sekali. Di kawasan ini nanti bisa ditata dengan lebih baik,” tambah Suharmaji.
Tak hanya itu, penataan juga akan menghadirkan jogging track panjang yang membentang dari Lembi, Jembatan Samota hingga Seliper. Hal ini sebagai fasilitas olahraga terbuka bagi masyarakat.
“Track-nya cukup panjang. Ini akan jadi ruang olahraga dan rekreasi yang bisa dinikmati semua warga,” tutupnya.
Dengan konsep penataan terpadu ini, Pemkab Sumbawa berharap kawasan CFD tak hanya menjadi ruang bebas kendaraan, tetapi juga pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan gaya hidup sehat masyarakat. (Marwah)



