Pendidikan

Disdik Mataram Dorong Guru Berinovasi Cegah Kejenuhan Siswa Selama Lima Hari Sekolah

Mataram (NTBSatu) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, mendorong guru membangun inovasi pembelajaran guna mencegah kejenuhan siswa.

Dorongan ini seiring pelaksanaan lima hari sekolah dan menyikapi imbauan Wali Kota Mataram aagr guru tidak membebani siswa dengan Pekerjaan Rumah (PR).

Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan Disdik Kota Mataram, Naufal Aldi, S.Pt., mengatakan, potensi kejenuhan siswa muncul terutama setelah pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sebelum pembelajaran berikutnya dimulai.

“Di jam-jam jeda ini ada potensi anak-anak jenuh. Karena itu kami mendorong kreativitas dan inovasi guru agar siswa tetap merasa nyaman berada di sekolah,” jelasnya kepada NTBSatu, Senin, 19 Januari 2026.

IKLAN

Menurutnya, sekolah tidak boleh menjadi ruang yang membebani siswa, terutama di lima hari belajar ke depannya. Karena itu, dinas pendidikan memberikan guru ruang untuk berinovasi dalam mengelola waktu istirahat maupun aktivitas non-akademik yang tetap edukatif.

Dinas Pendidikan Kota Mataram, saat ini memilih pendekatan persuasif dan komunikatif kepada guru dan kepala sekolah melalui K3S. Pendekatan tersebut sambil mengumpulkan masukan, terkait pola pembelajaran dan pengaturan waktu yang paling efektif bagi siswa.

“Kami ingin mencari formula terbaik bersama-sama. Ruang inovasi kami buka agar sekolah bisa menyesuaikan dengan kondisi dan karakter siswanya,” katanya.

Naufal menegaskan, kebijakan lima hari sekolah ini tidak boleh menjadi beban baru bagi guru termasuk murid. Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas pendidikan tanpa menambah tekanan belajar berlebihan.

“Kami ingin sekolah menjadi ruang yang nyaman, bukan sekadar tempat menunggu jam belajar selanjutnya. Di sanalah proses pembentukan karakter,” tegasnya.

Lebih lanjut, Naufal menekankan bagi seluruh guru SD dan SMP di Kota Mataram memperhatikan jam siang. Sebab, rawan terjadinya kondisi jenuh, termasuk penyesuaian distribusi MBG sehingga siswa tetap energik dan semangat.

“Kami mengusulkan agar MBG kembali disalurkan sekitar pukul 11.30 Wita atau menjelang pukul 12.00 Wita. Agar setelah makan guru masih memiliki waktu untuk persiapan dan tidak terjadi waktu kosong yang tidak produktif,” tuturnya. (Alwi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button