Pendidikan

UIN Mataram Buka Lima Jurusan Non-Keagamaan Jalur SNBP 2026

Mataram (NTBSatu) – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, resmi membuka pendaftaran lima jurusan non-keagamaan melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. 

Lima program studi (prodi) umum tersebut meliputi Keperawatan Anestesiologi, Hukum Bisnis, Kewirausahaan, Teknologi Informasi, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penerimaan mahasiswa 2026 ini menjadi momentum penting, karena sebagian prodi tersebut merupakan penerimaan perdana.

Wakil Rektor I UIN Mataram, Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag., menjelaskan, pembukaan program studi non-keagamaan sebenarnya telah sejak tahun sebelumnya.

“Prodi non-keagamaan ini sudah kita mulai sejak tahun lalu. Awalnya tiga prodi dulu dan tahun ini bertambah dua. Yaitu, Keperawatan Anestesiologi serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 14 Januari 2026.

IKLAN

Menurut Adi Fadli, pengembangan prodi umum ini tidak berhenti pada pembukaan semata, melainkan dengan rencana penguatan kelembagaan. Saat ini, UIN Mataram tengah mengusulkan pembentukan fakultas tersendiri, khususnya untuk rumpun kesehatan dan kedokteran.

“Sembari jalan, memang kita sedang mengusulkan fakultasnya sendiri untuk bidang kesehatan dan kedokteran,” katanya.

Segera Buka Prodi Biologi dan Kimia Murni

Selain rumpun kesehatan, UIN Mataram juga menyiapkan pengembangan keilmuan sains murni. Ke depan, kampus ini berencana membuka program studi seperti Biologi dan Kimia murni, yang akan dinaungi oleh Fakultas Sains dan Teknologi.

Adi Fadli menambahkan, saat ini kelima prodi non-keagamaan tersebut masih berada di fakultas yang dinilai paling relevan dengan karakter keilmuannya masing-masing.

“Sembari jalan, lima prodi non-keagamaan ini kita titipkan’ di fakultas-fakultas yang cukup sesuai dengan keilmuannya,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan, pembukaan jurusan konvensional ini didorong oleh kebutuhan riil di NTB. Terutama, pada bidang-bidang yang masih tergolong langka.

“Ini kebutuhan yang cukup langka, terutama di NTB. Bahkan Unram kemarin juga berencana membuka prodi Keperawatan Anestesiologi, tapi kita lebih dulu,” ungkap Adi Fadli.

Melalui pengembangan prodi non-keagamaan, UIN Mataram menargetkan kontribusi nyata dalam pemenuhan kebutuhan tenaga profesional yang kompatibel dengan dunia industri dan layanan publik. 

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari visi besar kampus untuk meningkatkan daya saing, memperluas spektrum keilmuan. Serta, menuju perguruan tinggi unggul yang berorientasi pada akreditasi internasional.

“UIN Mataram ingin memberikan kontribusi pada pemenuhan kebutuhan industri, sekaligus menjadikan kampus ini lebih unggul dan berdaya saing ke depan,” tambahnya. (Alwi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button