Pendidikan

Pembangunan Sekolah Rakyat di KLU Masih Proses Administrasi

Mataram (NTBSatu) – Program Sekolah Rakyat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), masih dalam fase transisi keterbatasan gedung mandiri.

Di tengah kondisi itu, Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi titik pertama pembangunan fisik permanen Sekolah Rakyat. Sementara itu, empat lokasi lain masih memanfaatkan fasilitas pinjaman

Kepala Dinas Sosial dan PPA Provinsi NTB, Ahmad Mashuri mengatakan, pelaksanaan Sekolah Rakyat di NTB saat ini masih transisi. Namun, Kabupaten Lombok Utara menjadi titik pertama siap pembangunan fisik permanen.

“Sampai hari ini kami masih berada di posisi transisi. Tempat masih sementara dipinjam dulu, sementara mulai dibangun. Pertama yang siap bangun KLU, di Gumantar,” ujar Mashuri kepada NTBSatu, Selasa, 13 Januari 2026.

IKLAN

Ia menjelaskan, empat lokasi lain gedung Sekolah Rakyat sementara meliputi Sentra Paramita Labuapi Lombok Barat, Gedung Eks Akper Sakra, Balai Latihan Kerja (BLK) Lenek Lombok Timur, SMPN 4 Sumbawa.

Terpisah, Penanggung Jawab Pembangunan sekaligus Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis (PPS) Dinas PUPR NTB, Agung Stiawan menjelaskan, saat ini pembangunan Sekolah Rakyat di KLU masih di tahap pemilihan penyedia jasa oleh Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) NTB. 

“Jadi pembangunan setelah proses pemilihan penyedia jasa selesai di BP2JK. Sehingga, tahap selanjutnya adalah persiapan kontrak,” jelasnya.

Mengenai target pembangunan, pihaknya akan mengupayakan penyelesaian dengan target rampung 2026. Namun untuk jadwal, ia belum bisa memastikan karena masih menunggu rampungnya proses persiapan administratif.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini diupayakan pada tahun ini sudah dapat dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Sementara itu, fokus lain Dinas Sosial dan PPA NTB untuk Sekolah Rakyat masih pada proses verifikasi data dan pemantapan sasaran peserta didik sesuai standar Kementerian Sosial (Kemensos) RI. (Alwi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button