Timothy Ronald Terseret Laporan Dugaan Penipuan Trading Kripto
Mataram (NTBSatu) – Pemengaruh keuangan, Timothy Ronald terseret laporan dugaan penipuan trading kripto yang masuk ke Polda Metro Jaya.
Sosok yang populer dengan julukan “guru kaya” kini berada dalam sorotan publik, setelah namanya tercantum dalam pengaduan investasi kripto yang merugikan banyak pihak.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menjelaskan, kepolisian masih menjalankan tahap penyelidikan awal untuk mengurai rangkaian peristiwa dalam kasus ini.
“Benar ada laporan terkait Kripto oleh pelapor inisial Y. Terlapor dalam lidik,” ungkap Budi, mengutip detik.com pada Senin, 12 Januari 2026.
Budi menyampaikan, pelapor berinisial Y akan memenuhi panggilan penyelidik guna memberikan keterangan secara langsung. Selain itu, penyelidik juga mulai memeriksa barang bukti yang pelapor sertakan agar kepolisian memperoleh gambaran utuh mengenai dugaan penipuan trading kripto tersebut.
“Penyelidik akan mendalami laporan tersebut dengan mengundang klarifikasi pelapor dan menganalisa barang buktinya,” ucapnya.
Kerugian Tembus Rp200 Miliar
Laporan ini mencuat setelah akun Instagram @skyholic888 mengunggah pengakuan sejumlah anggota Akademi Crypto, komunitas yang Timothy Ronald bangun bersama Kalimasada.
Dalam unggahan tersebut, para korban menuding adanya ajakan investasi kripto yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Unggahan itu menyebut janji imbal hasil hingga 500 persen. Namun, dana yang korban setorkan justru berujung kerugian. Akun tersebut mengklaim, sekitar 3.500 orang mengalami kerugian dengan nilai total lebih dari Rp200 miliar, serta menampilkan foto surat laporan resmi dari Polda Metro Jaya.
Informasi yang beredar juga menyebut mayoritas korban berasal dari kelompok usia 18 hingga 27 tahun atau generasi Z. Sejumlah korban mengaku, sempat ragu melapor karena tekanan dan ancaman sebelum akhirnya berani mengambil langkah hukum bersama.
Selama ini publik mengenal Timothy Ronald sebagai figur kontroversial yang kerap memamerkan kekayaan, serta melontarkan pernyataan keras di ruang publik.
Ia sering mengklaim ingin membantu masyarakat keluar dari mental miskin melalui edukasi kripto dan saham. Kini, publik menantikan perkembangan penyelidikan atas laporan yang menyeret nama “guru kaya” tersebut. (*)



