Timothy Ronald Tuai Kecaman, Ini Enam Ucapan Kontroversialnya yang Bikin Heboh Publik

Mataram (NTBSatu) – Nama Timothy Ronald terus menjadi bahan perbincangan publik, setelah sederet pernyataannya memicu kontroversi luas. Sebagai kreator konten dan pegiat kripto, Timothy terkenal dengan gaya bicara tajam dan tanpa filter.
Namun, ucapannya justru kerap melukai banyak pihak dan memancing reaksi keras dari berbagai kalangan.
Melansir Viva, berikut enam pernyataan paling kontroversial dari Timothy Ronald yang mengundang kecaman publik:
1. Menghina Aktivitas Nge-gym
Pernyataan Timothy yang menyebut, olahraga kebugaran sebagai aktivitas paling “goblok” langsung menghebohkan media sosial.
Dalam potongan video yang viral, ia menyindir orang yang terlalu fokus membentuk tubuh di gym sebagai pribadi yang kurang cerdas.
Ia menegaskan, kebiasaan nge-gym bukan cerminan kecerdasan. Menurutnya, aktivitas tersebut hanya mengandalkan fisik tanpa melibatkan kemampuan berpikir.
“Orang yang suka nge-gymnya sampe jadi banget badannya, itu ga mungkin sepinter itu. Karena itu aktivitas paling goblok yang pernah gua ketemuin,” ucap Timothy dalam potongan video yang diunggah ulang di Instagram @lambe_turah, Kamis 31 Juli 2025.
Komunitas pecinta fitness pun langsung melayangkan protes atas komentarnya tersebut, karena menganggap merendahkan gaya hidup sehat.
2. Menyebut Orang Miskin Penakut
Timothy memantik kemarahan publik saat mengaitkan kemiskinan dengan rasa takut mengambil risiko. Ia menyatakan, orang miskin merupakan sosok penakut, yang menurutnya terlalu ragu untuk melangkah.
“Orang miskin itu penakut,” ungkapnya.
Banyak orang menilai pandangannya terlalu sempit dan tak menghargai perjuangan kelompok rentan dalam menghadapi tekanan ekonomi.
3. Sindiran soal Pendidikan dan Rokok
Dalam salah satu unggahan, Timothy menyampaikan bahwa membeli rokok lebih baik daripada membangun sekolah.
“Lebih baik beli rokok daripada bangun sekolah,” ucapnya.
Walaupun maksudnya berupa kritik terhadap pengelolaan dana pendidikan, banyak yang menganggap pernyataan tersebut menghina pentingnya pendidikan dan mengganggu semangat masyarakat dalam memajukan sektor pendidikan.