BREAKING NEWSPemerintahan

Mutasi Pemprov NTB, 5 Orang Turun Jabatan

Mataram (NTBSatu) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menggelar mutasi pejabat eselon II lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB di Pendopo Kantor Gubernur, Jumat, 9 Januari 2026.

Pantauan NTBSatu di lapangan, pejabat mulai berdatangan di lokasi sekitar pukul 14.00 Wita. Mereka mengenakan setelan formal, memakai dasi lengkap dengan jas.

Mutasi ini untuk mengisi sejumlah jabatan kosong lingkup Pemprov NTB. Sekaligus penerapan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) baru.

Gubernur Iqbal mengatakan, mutasi ini untuk mengisi sejumlah jabatan yang selama ini mengalami kekosongan. Tujuannya, agar kerja-kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berjalan dengan baik.

IKLAN

“Mutasi ini tujuannya agar OPD bisa berjalan dengan baik,” kata Iqbal.

Iqbal berharap, seluruh pihak mendukung kinerja pemerintah dalam menjalankan program-program kerja untuk mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia.

“Saya mohon teman-teman semua bisa mendukung kinerja, pemerintahan. Termasuk teman-teman media juga,” ujarnya.

Daftar Mutasi Pejabat Pemprov NTB

Mutasi kali ini terdapat lima pejabat turun jabatan atau demosi. Di antaranya: Hairul Akbar sebagai Kepala Bidang Budidaya Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB; Najamuddin Amy sebagai Kepala Bidang Kelembagaan BKD NTB.

Kemudian, Subhan Hasan sebagai Kabid di Dinas Sosial dan PPA; Muhammad Taufieq Hidayat sebagai Kepala Bidang Perlindungan Konsumen, Dinas Perindustrian dan Perdagangan; dan Nuryanti sebagai Kepala Bidang Deposit Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.

Kepala Diskominfotik NTB, Ahsanul Khalik menyampaikan, mutasi kali ini sudah sesuai aturan. Berdasarkan persetujuan teknis (pertek) dari BKN.

“Mutasi kali ini sudah sesuai dengan aturan, sesuai pertek. Prosesnya sudah jalan,” ujarnya.

Demikian adanya pejabat yang turun jabatan atau demosi. Ia mengatakan, keputusan tersebut sudah berdasarkan hasil evaluasi kinerja masing-masing pejabat oleh Gubernur.

“10 bulan dilakukan evaluasi pejabat eselon II, dilakukan pendalaman terhadap kinerjanya selama menjabat,” katanya.

Pejabat-pejabat yang didemosi ini, ujarnya, akan dilakukan evaluasi dalam dalam waktu tiga bulan. Jika menunjukkan kinerja yang bagus di posisinya sekarang, maka mendapat kesempatan untuk mengikuti job fit.

“Setiap tiga bulan sekali ada evaluasi kinerja, masih akan diberikan kesempatan, masih ada peluang mengikuti seleksi,” tutupnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button