Satu Jenazah Hanyut Terbawa Arus Banjir Bandang Dompu
Dompu (NTBSatu) – Banjir bandang menerjang Kabupaten Dompu, Provinsi NTB pada Rabu, 7 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 Wita. Arus deras menyapu permukiman warga dan tempat pemakaman, yang mengakibatkan satu jenazah hanyut terbawa banjir.
Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu, Yani Hartono, SP., menjelaskan, pusaran air menghantam area pemakaman warga dan mengangkat makam yang masih baru.
“Jadi kuburan anak berusia sekitar 2 atau 5 tahun, kuburannya baru sehingga ikut terangkat dan hanyut. Bukan jenazah yang dihanyutkan, tetapi jenazah yang telah terkubur itu terbongkar karena air deras,” ujar Yani kepada NTBSatu, Kamis, 8 Januari 2026.
Warga menemukan jenazah tersebut dan langsung melakukan penguburan kembali pada malam hari, setelah banjir mulai surut. Menurut Yani, banjir bandang muncul akibat kombinasi curah hujan tinggi dengan durasi cukup lama dan kondisi muara sungai yang mengalami pasang air laut.
Air sungai tidak dapat mengalir normal ke laut sehingga meluap ke permukiman warga. Selain itu, sedimentasi pada badan sungai turut memperparah kondisi banjir.
“Curah hujan yang intensitasnya tinggi dan lama, hampir 1 jam lebih. Kemudian, kejadiannya menjelang malam dan biasanya muara pasanng sehingga air ini tidak tertahan di muara. Jadi, air laut itu masuk ke muara dan tidak bisa surut,” tambahnya.
Banjir Bandang Rendam Tiga Kecamatan
BPBD Kabupaten Dompu mencatat banjir bandang merendam tiga kecamatan, yakni Hu’u, Kilo, dan Pajo. Kecamatan Hu’u mengalami genangan pada Desa Rasabou dengan puluhan kepala keluarga terdampak, dua unit rumah mengalami kerusakan tembok, serta ketinggian air mencapai 50 hingga 80 sentimeter.
Kecamatan Kilo mencatat dampak paling luas. Desa Cempi Jaya mengalami genangan pada sekitar 80 hingga hampir 100 kepala keluarga.
Beberapa rumah mengalami kerusakan tembok, pagar pemakaman roboh, serta puluhan rumah terendam pada sejumlah dusun. Desa Lasi, Kramat, dan Mbuju juga mengalami genangan air setinggi 30 hingga 50 sentimeter.
Kecamatan Pajo turut terdampak banjir pada Desa Lepadi. Genangan air merendam fasilitas umum, termasuk pondok pesantren, dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter.
Air mulai surut sekitar dua jam setelah hujan reda. “Hampir 2 jam setelah kejadian. Curah hujan habis Magrib menjelang Isya air itu sudah mulai surut,” kata Yani.
BPBD Dompu terus melakukan asesmen lapangan, serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. (*)



