Pemerintahan

Prabowo Ungkap Kejanggalan Indonesia: Negara Kaya tapi Rakyatnya Miskin

Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, alasan mendasar di balik perjuangannya selama puluhan tahun mendorong perubahan di Indonesia.

Ia menilai terdapat kejanggalan serius dalam perjalanan bangsa. Terutama, karena kemiskinan masih meluas di tengah kekayaan sumber daya alam yang dimiliki negara.

Pernyataan tersebut Prabowo sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu, 7 Januari 2026.

Prabowo menegaskan, kondisi tersebut tidak dapat ia terima baik secara logika maupun nurani. Menurutnya, kekayaan alam yang melimpah seharusnya mampu menjamin kesejahteraan rakyat secara merata.

IKLAN

“Saya melihat ada kejanggalan di bangsa kita sudah berapa puluh tahun, negara yang begini kaya rakyatnya masih banyak yang miskin. Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya,” ujar Prabowo, yang NTBSatu kutip dari unggahan video YouTube Sekretariat Presiden.

Kepala Negara menilai, realitas itu bertolak belakang dengan sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Ia menyoroti, hasil kekayaan nasional hingga kini belum sepenuhnya mayoritas rakyat nikmati.

“Bagaimana negara yang begini makmur, bagaimana negara yang berjuang ratusan tahun untuk merdeka tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Target Utama Swasembada Pangan

Selain persoalan kemiskinan, Prabowo juga menyinggung ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak sejalan dengan potensi besar Indonesia sebagai negara agraris dengan wilayah luas dan tanah yang subur.

“Terutama yang tidak masuk di akal saya bagaimana bisa negara yang begini besar. Negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur. Tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor, impor, impor pangan. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya,” tuturnya.

Berdasarkan kegelisahan tersebut, Prabowo sejak awal pemerintahannya menetapkan swasembada pangan sebagai target utama. Ia menerangkan, meskipun semula memberikan waktu empat tahun kepada jajaran menteri, target tersebut berhasil tercapai lebih cepat dalam kurun waktu satu tahun.

Prabowo menyatakan, swasembada pangan bukan sekadar kebijakan teknis di sektor pertanian, melainkan bagian dari upaya koreksi terhadap ketimpangan struktural yang selama ini ia pandang sebagai kejanggalan dalam perjalanan bangsa Indonesia. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button