Pemerintahan

Prabowo Klaim Program MBG Berhasil 99,99 Persen

Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto mengklaim, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan dengan tingkat keberhasilan mencapai 99,99 persen.

Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tidak ingin cepat berpuas diri dan menargetkan pelaksanaan program tersebut tanpa cacat atau zero defect.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan taklimat awal tahun dalam agenda retreat di kediamannya Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 6 Januari 2026.

“Kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik, boleh dikatakan bahwa kita 99,99 persen berhasil. Jadi, saudara, tentunya kita harapkan zero defect itu yang harus kita capai,” ujar Prabowo, mengutip unggahan video YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 7 Januari 2026.

IKLAN

Kendati mengklaim tingkat keberhasilan yang tinggi, Prabowo mengungkapkan, masih terdapat sejumlah kekurangan dan penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, hal tersebut tidak terelakkan mengingat skala program yang sangat besar.

“Apakah ada kekurangan? Ada. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan. Apakah ada penyimpangan? Pasti. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan dan penyimpangan,” kata Prabowo.

Pemerintah Terus Lakukan Perbaikan

Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan berbagai upaya perbaikan melalui langkah-langkah pengamanan dan pengawasan secara berkelanjutan. Intervensi dilakukan untuk memastikan setiap kekurangan dapat segera diatasi.

“Langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan. Tapi intinya adalah bahwa kita intervensi,” ucapnya.

Prabowo menerangkan, hingga saat ini jumlah penerima manfaat program MBG telah mencapai 55 juta orang sejak pertama kali dicanangkan pada 6 Januari 2025. Ia menilai, capaian tersebut membanggakan karena perkembangan program serupa di negara lain tidak secepat Indonesia.

Sebagai perbandingan, Prabowo menyebut Brasil baru mampu menjangkau sekitar 40 juta penerima manfaat setelah program sejenis berjalan selama 11 tahun.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan, latar belakang peluncuran program MBG sangat sederhana, yakni fakta bahwa rata-rata satu dari lima anak di Indonesia masih mengalami kekurangan gizi.

Selain itu, puluhan juta anak lainnya berangkat ke sekolah tanpa sarapan. Kondisi tersebut, menurut Prabowo, merupakan bentuk malnutrisi yang berkontribusi pada stunting, sehingga pertumbuhan anak menjadi tidak normal dan fisik mereka menjadi lemah.

Ia mengutip pernyataan Presiden Pertama RI, Soekarno tentang urgensi mengatasi kelaparan. “Saya ingat kata-kata pendahulu-pendahulu kita, satu ucapan Bung Karno, ‘The hungry stomach cannot wait’, perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab, pemimpin yang punya hati, pemimpin yang punya kepedulian harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan,” tambah Prabowo. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button