Prabowo Ungkap Penerima Program MBG Capai 55 Juta dalam Setahun
Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, capaian penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau puluhan juta masyarakat di seluruh Indonesia. Hingga Senin, 5 Januari 2026, jumlah penerima manfaat program tersebut tercatat mencapai 55 juta orang.
Hal itu Prabowo sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Perayaan Natal Nasional di Jakarta, Senin, 5 Januari 2026. Awalnya, Presiden menyebut angka penerima manfaat berada di atas 51 juta orang, sebelum kemudian mengoreksinya berdasarkan laporan terbaru dari Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.
“Saya terima laporan hari ini sudah mencapai lebih dari 51 juta penerima manfaat makan bergizi gratis. Benar Pak Dadan? Oh sudah 55 juta. Saya ralat, hari ini sudah 55 juta penerima manfaat,” ujar Prabowo, mengutip unggahan video YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 6 Januari 2026.
Prabowo mengapresiasi capaian tersebut, mengingat program MBG baru berjalan selama satu tahun. Ia menilai angka tersebut menunjukkan skala besar pelaksanaan program, yang menurutnya setara dengan memberi makan penduduk delapan kali lipat dari jumlah penduduk Singapura.
“Sebesar 55 juta penerima manfaat Indonesia berarti sama dengan memberi makan delapan kali Singapura. Tiap hari kita beri makan 55 juta orang, 55 juta mulut,” kata Prabowo.
Sebagai perbandingan, jumlah penduduk Singapura tercatat sekitar 6,04 juta jiwa per pertengahan 2024. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menanggapi anggapan sejumlah pihak yang menilai Program Makan Bergizi Gratis sebagai strategi politik menjelang Pemilihan Presiden 2029.
Ia menegaskan, tidak mempersoalkan tudingan tersebut. Menurut Prabowo, tidak ada yang keliru apabila rakyat kembali menginginkannya memimpin Indonesia pada Pilpres 2029.
“Ada yang menuduh Prabowo bikin MBG ini supaya nanti 2029 dipilih kembali, selalu berpikir negatif. Tapi kalau rakyat pilih saya di 2029, apa salah saya? Kalau Tuhan mengizinkan. Kalau Tuhan tidak mengizinkan, saya buat apa saja tidak akan terjadi. Empat kali ikut pemilu, tiga kali kalah,” ujar Prabowo. (*)



