Lombok Timur

Tiga Gadis di Lombok Timur Diduga Alami Kekerasan Seksual saat Malam Tahun Baru

Lombok Timur (NTBSatu) – Kasus dugaan kekerasan seksual menimpa tiga gadis asal Kabupaten Lombok Timur (Lotim), saat perayaan malam Tahun Baru 2026. Peristiwa tersebut kini berujung pada laporan polisi setelah salah satu korban melapor ke aparat penegak hukum.

Polsek Sikur bergerak melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). Menyusul ditemukannya tiga remaja perempuan yang sebelumnya dilaporkan hilang di Dusun Marang Selatan, Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur.

Peristiwa ini bermula pada Senin, 29 Desember 2025 sekitar pukul 11.00 Wita. Salah satu korban berinisial SL, meninggalkan rumah dengan alasan kepada orang tuanya untuk mengaji di sekitar rumah. Namun, korban justru dijemput dua temannya, C dan BP, lalu dibawa ke sebuah rumah di kawasan Jeruk Manis, Kecamatan Sikur.

Ketiganya tinggal di lokasi tersebut selama hampir enam hari. Pada Selasa, 30 Desember 2025, salah satu teman korban mengajak mereka ke Kecamatan Sukamulia dengan iming-iming pekerjaan sebagai penuang minuman.

IKLAN

“Di lokasi tersebut, para korban diduga diberi minuman keras hingga kehilangan kendali,” kata Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, Senin, 5 Januari 2026.

Polisi Lakukan Pendalaman

Pada Rabu dini hari, 31 Desember 2025, ketiga gadis itu diduga mengalami kekerasan seksual oleh seorang pria berinisial S bersama sejumlah laki-laki lain. Dugaan lain, korban juga mengalami kekerasan fisik yang meninggalkan bekas luka di bagian leher.

Usai kejadian tersebut, ketiga gadis itu kembali ke Jeruk Manis dan berpindah-pindah tempat untuk bersembunyi. Mereka tidak pulang ke rumah sejak 29 Desember 2025. Hingga akhirnya paman salah satu korban menemukan ketiganya pada Sabtu pagi, 3 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 Wita di wilayah Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik.

Kepolisian memastikan, dari tiga korban baru satu orang yang secara resmi melapor, yakni SL. “Laporan tersebut disampaikan setelah korban menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada orang tua,” tambah Osman.

Saat ini, aparat kepolisian masih mendalami kasus tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri keberadaan para terduga pelaku. Polisi juga membuka peluang laporan lanjutan dari korban lainnya guna mengungkap kasus ini secara menyeluruh. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button