HukrimLombok Barat

Curahan Hati Keluarga Brigadir Esco, Dua Putri Masih Membutuhkan Sosok Ayah

Mataram (NTBSatu) – Suasana duka menyelimuti keluarga besar Brigadir Esco Faska Rely setelah kepergiannya mengejutkan publik. Ia ditemukan tewas dalam keadaan terlentang di bawah pohon dengan terikat tali.

Unggahan akun TikTok @felysiaoktam, yang merupakan keluarga almarhum, memperlihatkan momen pemakaman sang brigadir.

Video tersebut menampilkan istri Esco yang tampak menangis histeris hingga tubuhnya lemas, sehingga harus digandeng dua orang kerabat di sisinya.

Dalam unggahan itu, keluarga menuliskan pesan pilu. “Almarhum meninggalkan dua anak cewek yang masih butuh sosok seorang ayah. Semoga cepat terungkap pelakunya,” keterangan video tersebut.

Curahan hati itu langsung memicu reaksi warganet. Banyak pengguna TikTok menyampaikan doa dan dukungan moral bagi keluarga almarhum.

IKLAN

“Ya Allah semoga tenang dan dihapus segala dosanya anak gagah, amin,” tulis akun @meylisya_345

Sedangkan akun lain, @sumarnobms5, berharap aparat segera menemukan pihak yang bertanggung jawab. “Semoga cepat ketemu pelakunya,” tulisnya.

Kematian Brigadir Esco

Sebagai informasi, tragedi yang menimpa Brigadir Esco berawal pada Minggu, 24 Agustus 2025 sekitar pukul 11.30 Wita.

Saat itu, seorang warga berinisial AS mencari ayam peliharaannya yang hilang di sekitar belakang rumahnya di Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat.

Saat melakukan pencarian, AS menemukan sosok orang laki – laki sudah dalam keadaan terlentang di bawah pohon dengan terikat tali.

IKLAN

Saksi kemudian mendekati mayat tersebut untuk memastikan dan benar bahwa korban merupakan laki – laki. Hasilnya ia menemukan bahwa orang tersebut dalam keadaan tidak bernyawa dengan leher terikat tali.

Ia kemudian memberitahukan ke warga, dan selanjutnya menghubungi Kadus Nyiur Lembang utuk melaporkan peristiwa tersebut Ke SPKT Polsek Lembar.

Pukul 15.20 Wita, Tim Inafis Polres Lombok Barat melakukan olah TKP dan mengevakuasi mayat. Mobil Ambulance dari Dinas Kesehatan Lombok Barat tiba membawa mayat tersebut ke RS Bhayangkara, Kota Mataram untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepergian Brigadir Esco menyisakan luka mendalam, terutama bagi dua putrinya yang masih kecil. Kehilangan sosok ayah membuat keluarga berharap agar kasus ini segera terungkap dan pelaku mendapat hukuman setimpal. (*)

Berita Terkait

Back to top button