Baznas NTB Pastikan Zakat Tak Disumbangkan ke Program MBG
Mataram (NTBSatu) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB memastikan, dana hasil zakat yang dihimpun dari masyarakat tidak disumbangkan langsung ke Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan ini menyusul kabar dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat dipakai untuk mendanai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini.
Ketua Baznas NTB, Lalu M. Iqbal Murad menegaskan, dana zakat tidak disumbangkan langsung untuk program MBG. Melainkan, untuk pemberdayaan mustahik di sektor produktif yang hasilnya akan mendukung kebutuhan program tersebut.
Adapun Baznas NTB memiliki berbagai program pemberdayaan seperti ternak ayam petelur, budidaya sayur, hingga hidroponik yang diarahkan untuk menjadi supporting bagi MBG.
“Itu sementara yang kami dapatkan adalah bahwa Baznas diminta untuk memberdayakan para mustahik,” kata Iqbal Murad, kemarin.
Iqbal Murad menegaskan, dana zakat yang dihimpun bersifat produktif. Artinya, zakat tersebut untuk membangun usaha mustahik di sektor ayam petelur, sayuran, dan sektor pangan lainnya.
“Jadi dana-dana zakat itu yang produktif untuk pemberdayaan mustahik di sektor ayam petelur, kemudian sayur dan sebagainya. Ini meluruskan ya, bukan berarti zakat itu yang mau disumbangkan,” jelasnya.
Dengan kebutuhan bahan pokok seperti telur, sayur mayur, dan daging yang sangat besar dalam program MBG. Maka pemberdayaan mustahik dinilai sebagai langkah strategis agar manfaat zakat lebih berkelanjutan dan berdampak luas.
Dukungan Baznas NTB Program MBG
Sebagai bentuk konkret dukungan tersebut, Baznas NTB telah membuka balai ternak yang diarahkan untuk supporting kebutuhan MBG. Balai ternak itu sudah dibangun di Lombok Tengah dan dalam waktu dekat akan diresmikan oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.
“Balai ternak kita Baznas sudah ada kemarin di Lombok Tengah dan mungkin besok akan diresmikan Pak Gubernur, itu supporting ke arah sana juga,” bebernya.
Tak hanya di Lombok Tengah, di Lombok Timur juga telah dibangun balai ternak dengan luasan mencapai 100 hektare untuk pengembangan pangan. Sementara di Lombok Tengah, terdapat 60 orang mustahik yang tergabung dalam kelompok ternak. Model pemberdayaan yang diterapkan berbasis kelompok, namun dengan syarat penerimanya harus berstatus mustahik.
Sesuai arahan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, balai ternak tersebut diarahkan untuk pengembangan ayam petelur guna memenuhi kebutuhan program MBG yang membutuhkan pasokan telur dalam jumlah besar.
“Untuk ternak sudah mulai, ada di Lombok Tengah, mungkin minggu depan diresmikan Pak Gubernur. Pangan di Lombok Timur juga sudah mulai, tinggal ayam ini,” katanya.
Meski demikian, Baznas NTB belum dapat memaparkan secara rinci berapa jumlah produksi ayam petelur yang akan dihasilkan untuk mendukung MBG. Mengingat program tersebut masih dalam tahap persiapan dan pengembangan.
“Karena pangan kan masih berjalan, jadi kita belum dapat update karena baru beberapa waktu yang diresmikan,” tutupnya. (*)



