HEADLINE NEWSPemerintahan

Kakak Gubernur Iqbal Dilantik sebagai Wadir Perencanaan dan Keuangan RSUD NTB

Mataram (NTBSatu) – Pelantikan Baiq Nelly Kusumawati sebagai Wakil Direktur (Wadir) Perencanaan dan Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB, menjadi sorotan. Pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Gubernur NTB, Kamis, 9 April 2026.

Baiq Nelly merupakan kakak kandung Gubernur Iqbal. Keputusan pelantikan menuai beragam reaksi, mengingat dalam seleksi terbuka sebelumnya, Baiq Nelly gagal, padahal meraih nilai tertinggi dalam seleksi tersebut.

IKLAN

Dalam seleksi terbuka pada September 2025 lalu, Baiq Nelly mendaftar sebagai Inspektur NTB. Namun saat itu ia gagal mengamankan posisi tersebut, meski memperoleh nilai tertinggi. Akhirnya posisi itu diduduki Budi Herman, Eks Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu.

Punya Rekam Kerja Mumpuni

Juru Bicara Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, Ahsanul Khalik mengatakan, penunjukan Baiq Nelly berdasakan pada hasil seleksi terbuka dan rekam jejak kinerja yang dinilai mumpuni.

“Kapasitas dan kualitasnya memang teruji sejak di Kota Mataram. Ia pernah menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari kepala bagian umum, kepala bagian pemerintahan, asisten, hingga inspektorat,” imbuh pria yang akrab disapa Aka itu.

Menurutnya, Baiq Nelly sebelumnya juga pernah meraih nilai terbaik dalam proses seleksi jabatan, namun tidak langsung dipilih. Pada seleksi terbaru, ia kembali memperoleh peringkat tertinggi sehingga menjadi dasar kuat bagi gubernur untuk menetapkannya sesuai hasil Panitia Seleksi (Pansel).

“Ketika hasil Pansel menempatkannya sebagai yang terbaik, maka keputusan gubernur harus mengikuti mekanisme itu. Ini bagian dari komitmen terhadap sistem merit,” jelasnya.

Aka juga menepis anggapan adanya konflik kepentingan dalam pengangkatan tersebut. Ia menegaskan, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Baiq Nelly memiliki hak yang sama untuk mengikuti proses seleksi dan mengembangkan kariernya di birokrasi pemerintahan.

“Gubernur tidak bisa menghilangkan hak kepegawaian seseorang hanya karena memiliki hubungan keluarga. Publik harus memahami bahwa setiap ASN punya kesempatan yang sama,” ujarnya.

Ia memastikan proses seleksi berlangsung objektif dan transparan. “Saya sudah melihat langsung hasil penilaiannya. Dia memang yang terbaik dan rekam jejaknya juga jelas,” kata Aka.

Alasan Gubernur Tidak Melantik Baiq Nelly Meski Peroleh Nilai Tertinggi

Menurut Iqbal, ada banyak pertimbangan tidak memilih kakaknya menduduki jabatan Inspektur Inspektorat NTB. Apa saja alasannya, Iqbal tidak merincikannya. Namun ia memastikan, kakaknya Baiq Nelly memahami keputusannya tersebut.

“Banyak pertimbangan yang saya berikan, makanya saya memutuskan memilih Pak Budi. Dan saya yakin, kakak saya sudah paham pertimbangan saya dan beliau sudah cukup senang mengikuti proses seleksi yang objektif,” jelasnya.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki ini memastikan, proses seleksi jabatan akan terus mengedepankan sistem merit. Saat ini, masih banyak kursi kepala OPD yang kosong, sehingga proses seleksi berikutnya segera dibuka.

“Banyak yang kosong makanya akan ada Pansel selanjutnya. Memang kita batasi enam saja yang seleksi terbuka kemarin, supaya Pansel tidak terlalu padat,” jelasnya.

Sebagai informasi, pada Kamis, 9 April 2026 kemarin, Gubernur melantik 35 pejabat lingkup Pemprov NTB. Di antaranya: satu pejabat eselon I, yaitu Sekda NTB, Abul Chair. Kemudian, 13 pejabat eselon II, 13 pejabat eselon III, dan delapan pejabat eselon IV. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button