Ekonomi BisnisHEADLINE NEWS

Garis Kemiskinan di NTB Capai Rp2,37 Juta per Rumah Tangga, BPS Soroti Kenaikan Pengeluaran Masyarakat Miskin

Indikator Garis Kemiskinan

Adapun komponen makanan masih mendominasi garis kemiskinan, dengan kontribusi mencapai 75,86 persen sementara komponen non makanan hanya menyumbang 24,14 persen.

Beras masih menjadi komoditas paling dominan dalam struktur pengeluaran rumah tangga miskin. Menyumbang 26,72 persen di wilayah perkotaan, bahkan mencapai 31,99 persen di perdesaan.

Komoditas lainnya yang memberi kontribusi signifikan adalah rokok kretek filter (8 persen di perkotaan dan 5,50 persen di perdesaan). Kemudian, telur ayam ras, daging ayam, cabai rawit, dan roti.

Sementara dari sisi non makanan, pengeluaran terbesar berasal dari kebutuhan perumahan (9,11 persen di perkotaan dan 11,72 persen di perdesaan). Lalu, bensin, pendidikan, perlengkapan mandi, listrik, serta kebutuhan perawatan pribadi dan pakaian.

Menurut Wahyudin, tren kenaikan garis kemiskinan ini harus menjadi perhatian serius. Terutama bagi pemerintah daerah dalam merancang program pengentasan kemiskinan yang tepat sasaran.

IKLAN

Ia menekankan, pentingnya pendekatan jangka panjang. Tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi juga melalui penguatan ekonomi rumah tangga miskin secara berkelanjutan.

“Dengan pengeluaran minimum yang kini mencapai lebih dari Rp2,3 juta per rumah tangga, artinya tantangan hidup layak bagi warga miskin makin berat. Upaya pengentasan kemiskinan harus lebih komprehensif dan langsung menyasar sumber pengeluaran utama masyarakat,” pungkasnya. (*)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Back to top button