Pimpinan DPRD NTB Sebut Nama di Balik Dana “Siluman” Pokir 2025

Mataram (NTBSatu) – Isu skandal dana “siluman” Pokir DPRD NTB tahun 2025 bukan isapan jempol semata. Informasi itu sampai ke telinga para pimpinan dewan.
Hal itu Wakil Ketua I DPRD NTB, Lalu Wirajaya benarkan usai menjalani pemeriksaan di Kejati NTB bersama Wakil Ketua II, Yeg Agil pada Jumat, 25 Juli 2025.
Wirajaya mengaku, telah memaparkan sejumlah nama yang disinyalir terkait kepada kejaksaan saat dimintai keterangan. “Silakan tanyakan ke penyidik. Kita sudah jawab semua di sana,” kata politisi Partai Gerindra sebelum menaiki mobil dan meninggalkan Gedung Kejati NTB.
Begitu juga ketika menyinggung jumlah uang diduga “siluman” tersebut. Lalu Wirajaya lagi-lagi mengarahkan agar menanyakan kepada pihak kejaksaan.
“Itu materi penyidik. Kita sudah jawab semua di dalam,” ujarnya.
Keduanya mendatangi Kejati NTB sekitar pukul 09.00 Wita. Pantauan NTBSatu di lokasi, dua orang tersebut keluar dari ruang Pidsus sekitar pukul 11.14 Wita.
“Yang ditanyakan seputar viralnya dana siluman,” kata Yek Agil membenarkan.
Penyidik melontarkan belasan pertanyaan kepada dua DPRD NTB tersebut. Kedua perwakilan rakyat tersebut mengaku, tak membawa dan menyerahkan berkas apapun kepada penyelidik.
Lalu Wirajaya mengaku, pihaknya menaati dan menghargai proses yang berjalan di Aparat Penegak Hukum (APH). Namun, ia memilih tak berkomentar lebih jauh terkait persoalan dana siluman yang menyeret sejumlah anggota DPRD NTB.
Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan skandal dana pokir ini tidak berpengaruh di internal DPRD NTB. Anggota dewan masih bekerja secara profesional.
“Berjalan dengan baik ya,” akunya.
Sebelumnya, penyelidik juga memintai keterangan dua anggota dewan pada Kamis, 24 Juli 2025. Mereka adalah Indra Jaya Usman (IJU) dan Abdul Rahim.
Pemeriksaan mereka berdasarkan surat perintah penyelidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat nomor: PRINT-09/N.2/Fd. 1/07/2025 tanggal 10 Juli 2025. (*)