Dugaan Bagi-bagi Uang “Siluman” di DPRD NTB Mencuat, Pimpinan Dewan Diminta Bersikap

Mataram (NTBSatu) – Beberapa hari ini, heboh dugaan bagi-bagi uang “siluman” di internal DPRD NTB. Uang tersebut diberikan kepada sejumlah anggota dewan baru di Udayana.
Informasi yang beredar, terdapat beberapa oknum anggota dewan baru yang mengkoordinir pembagian uang kepada rekan-rekannya sesama anggota dewan baru. Uang yang dibagikan tersebut merupakan fee dari anggaran program yang akan didapatkan para anggota dewan.
Dugaannya, masing-masing anggota dewan baru mendapatkan program senilai dua miliar rupiah. Namun mereka tidak diberikan dalam bentuk program, melainkan dalam bentuk uang fee sebesar 15 persen dari total anggaran program tersebut. Jika dihitung secara matematis, nilainya mencapai Rp300 juta per orang.
Beredarnya informasi ini langsung ditanggapi Anggota DPRD Provinsi NTB dari PDI Perjuangan, Abdul Rahim. Sebagai anggota dewan baru, ia mengaku sangat terganggu dengan isu tersebut.
“Terus terang, saya merasa sangat terganggu dengan isu yang berkembang ini, yaitu adanya uang siluman yang beredar di dewan,” kata Abdul Rahim kemarin.
Bram, sapaan Abdul Rahim mengungkapkan, di internal DPRD sendiri terjadi kegaduhan atas isu tersebut. Hanya karena ulah dari segelintir anggota dewan, kemudian semua kena getah, nama lembaga menjadi sorotan publik.
“Secara pribadi saya juga merasakan akibatnya atas beredarnya isu bagi-bagi uang siluman tersebut,” ujarnya.
Oleh karena itu, sudah semestinya ia menanggapi keresahan ini. Apalagi isu ini mencuat di tengah suasana duka masyarakat NTB yang terkena musibah bencana banjir yang terjadi di Kota Mataram dan Lombok Barat.
Sehingga, sebagai anggota wakil rakyat, ia merasa sangat malu mendengar isu tersebut. “Wakil rakyat bagi-bagi uang, sementara rakyat sendiri sedang kehilangan harta bendanya karena bencana banjir tersebut,” ujarnya.