LP3IK Ummat Gelar Baitul Arqam Ormawa 2025: Perkuat Ideologi, Spirit Dakwah, dan Kepemimpinan Mahasiswa

Mataram (NTBSatu) – Lembaga Pengkajian, Pengembangan dan Pengamalan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK) Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2025 selama dua hari satu malam, tanggal 11 hingga 12 Juli 2025.
Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Ideologi dan Organisasi Kemahasiswaan sebagai Agen Dakwah di Lingkungan Kampus Ummat”. Sebanyak 11 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menjadi peserta, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas.
Bertempat di BGPTK NTB, harapannya kegiatan ini menjadi momen strategis untuk membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa. Tidak hanya progresif secara organisasi, tetapi juga kokoh dalam ideologi Islam dan nilai-nilai kemuhammadiyahan.
Ketua Panitia, Muhammad Sahril, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan, pihaknya mengundang sebanyak 50 orang menjadi peserta. Namun hingga pembukaan tercatat 20 peserta telah hadir.
“Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mempersiapkan pengurus Ormawa agar siap menjadi agen dakwah kampus. Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan universitas dan peserta yang telah mendukung kegiatan ini,” ucapnya.
Ia menegaskan, LP3IK akan terus menghadirkan ruang-ruang pengkaderan yang konsisten dan progresif, dengan pendekatan yang relevan terhadap tantangan mahasiswa masa kini.
Ormawa Mitra Strategis Ortom
Ketua LP3IK Ummat, Dr. Muhammad Anugerah Arifin, M.Pd.I., menjelaskan, Baitul Arqam Ormawa 2025 ini adalah kegiatan perdana yang secara khusus untuk para pengurus organisasi kemahasiswaan.
Sebelumnya, kegiatan sejenis dalam bentuk Kemah Dakwah terintegrasi dengan Organisasi Otonom Muhammadiyah (Ortom). Namun atas pertimbangan pimpinan, format pelatihan dikembangkan secara mandiri untuk Ormawa.
“Baitul Arqam ini merupakan kelanjutan dari Baitul Arqam Mahasiswa (BAMA) pada semester pertama. Sebagai pengurus Ormawa, kalian adalah ujung tombak dalam menciptakan atmosfer kampus yang Islami. Maka pemahaman ideologi harus terus ditingkatkan, agar gerakan kalian tidak kehilangan arah,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan, LP3IK bersama pimpinan universitas berkomitmen untuk menjadikan Ormawa sebagai mitra strategis Ortom dalam mengawal nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan di Ummat.
“Pengurus Ormawa harus menjadi kader yang unggul dalam ilmu, kuat dalam ideologi, dan aktif dalam dakwah. Sehingga kampus islami benar-benar terwujud,” tambahnya.

Mewakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Ummat, Drs. Amil, M.M., memberikan penekanan penting terhadap aspek pembinaan karakter dalam organisasi mahasiswa.
Ia menyampaikan, keprihatinannya terhadap sikap sebagian pengurus Ormawa yang masih kurang disiplin dan kurang memiliki kesadaran kolektif terhadap peran dan tanggung jawab organisasi.
“Kita akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini untuk mengetahui aspek-aspek apa saja yang perlu diperbaiki. Yang terpenting adalah komitmen untuk membentuk karakter. Masih banyak pengurus Ormawa yang acuh terhadap perintah dan arahan pimpinan. Ini tantangan besar yang harus kita jawab bersama,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa Ormawa harus menjadi teladan bagi lebih dari 8000 mahasiswa Ummat. “Etos kerja, kebersamaan, ketaatan, dan loyalitas harus tumbuh dari pengurus. Jika tidak dimulai dari kalian, siapa lagi yang akan memulai?. Jadilah role model yang mampu menginspirasi mahasiswa lainnya,” tegasnya.
Wadah Perkaderan
Sambutan selanjutnya Wakil Rektor IV Ummat, Dr. H. Zainuddin, M.Pd.I., mewakili Rektor Ummat. Ia menekankan, Baitul Arqam merupakan wadah perkaderan penting untuk menanamkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan kepada pengurus Ormawa.
“Kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk menanamkan pemahaman yang kuat tentang ideologi Muhammadiyah dan perjuangan Rasulullah SAW., dalam menegakkan Islam. Sebagai pemuda, kalian harus siap menjadi pelanjut perjuangan itu dalam konteks kekinian, yaitu dengan berdakwah melalui organisasi dan kegiatan kampus,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius dan seksama.
“Mari ikuti proses perkaderan ini dengan sungguh-sungguh. InsyaAllah, akan membawa keberkahan dan menjadi bekal berharga dalam perjalanan kalian sebagai kader Muhammadiyah dan pemimpin masa depan,” tutupnya. (*)