Pendidikan

Ratusan Pelajar dan Mahasiswa di Mataram Terlibat Kasus Narkoba

Mataram (NTBSatu) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram melaporkan, hingga Juni 2025, ratusan pelajar SMA dan mahasiswa terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

Kepala BNN Kota Mataram, Kombes Pol Yuanita Amelia Sari menyebutkan, prevalensi penyalahgunaan narkoba di Kota Mataram pada tahun 2023 mencapai 1,73 persen, setara dengan sekitar 6.000 jiwa.

Angka ini mendorong BNN memperkuat kerja sama lintas sektor dalam hal pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan narkoba. Yuanita menegaskan, masalah narkoba bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga menyangkut aspek sosial, kesehatan, ekonomi, dan keamanan.

“Karenanya, kami sangat mengapresiasi komitmen luar biasa dari Pemerintah Kota Mataram,” ujarnya dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2025 di Pendopo Wali Kota Mataram, Kamis, 26 Juni 2025

Kota Mataram sendiri telah meraih predikat “Sangat Tanggap terhadap Pencegahan Narkoba” dengan skor 91,86, serta Indeks Persepsi Anti Narkoba sebesar 35,16. Yuanita berharap, capaian itu menjadi motivasi untuk terus bersinergi dalam memerangi narkoba.

IKLAN

Fokus Wilayah Rawan dan Rehabilitasi

BNN juga menyoroti perkembangan peredaran narkoba di wilayah pesisir, khususnya Kecamatan Ampenan yang kini masuk kategori “zona kuning”.

“Jangan sampai masuk zona merah. Sekarang kami sedang serius menangani hal ini,” ujar Yuanita.

Selain itu, tiga kelurahan di Mataram yakni Abian Tubuh, Karang Taliwang, dan Dasan Agung dikategorikan sebagai kawasan rawan narkoba. Faktor penyebabnya meliputi kepadatan penduduk, tingginya kasus narkoba, serta minimnya sarana prasarana pendukung.

Hingga pertengahan Juni 2025, tercatat lebih dari 20 kasus penangkapan pengguna narkoba. Sementara itu, lebih dari 100 orang telah menjalani program rehabilitasi di BNN Kota Mataram.

“Mayoritas yang direhabilitasi berusia produktif, mulai dari pelajar SMA hingga mahasiswa. Dua pertiga di antaranya telah menyelesaikan rehabilitasi, sisanya dropout,” terang Yuanita.

IKLAN

Keterlibatan Pemkot dan Peran Keluarga

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana menegaskan, upaya pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab BNN, tetapi harus menjadi kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan.

“Peran keluarga adalah benteng utama dan pendidikan paling ampuh untuk membangun kesadaran serta daya tahan terhadap pengaruh narkoba,” ujar Mohan. (*)

Berita Terkait

Back to top button