Bima (NTBSatu) – Akademisi Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), Supratman, mendorong Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal segera melakukan mutasi untuk penyegaran birokrasi.
Saat ini, ujar Supratman, Lalu Iqbal sudah masuk bulan ketiga menjadi orang nomor satu di NTB sejak dilantik pada 20 Februari 2025 lalu. Sehingga wajar jika akan melakukan mutasi pejabat.
“Langkah itu (mutasi, red) penting menurut saya untuk memastikan kinerja birokrasi yang lebih pasti. Sebab, dari rumor yang beredar beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah was was, tau dirinya kena mutasi,” kata Supratman, Kamis, 3 April 2025.
Supratman menegaskan, agar Lalu Iqbal segera mengambil sikap untuk proses mutasi pejabat di lingkup Pemprov NTB.
Tujuannya, segera memberikan kepastian kepada para pejabat yang bakal kena mutasi. Apalagi, sudah banyak mencuat di media terkait nama-nama tersebut.
“Mutasi menurut saya hal wajar agar ada penyegaran di tataran birokrasi NTB,” ungkapnya.
Selain itu, mutasi juga untuk memastikan orang-orang yang memegang posisi penting yakni sebagai kepala OPD memiliki visi yang sama dengan Gubernur.
“Saya yakin Pak Gubernur tau orang-orang yang punya kapasitas dan loyalitas soal itu. Tidak memelulu harus orang lama yang memimpin OPD di NTB. Menurut saya butuh penyegaran dengan orang baru,” tegas Dosen Ummat ini.
Pengisian Jabatan pada BUMD Harus Orang Kompeten
Selain soal mutasi pejabat lingkup Pemprov NTB, kepastian terkait perombakan di jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) NTB juga perlu menjadi perhatian.
Menurutnya, banyak BUMD strategis yang harus diisi orang yang tepat dan punya kapasitas agar bisa mengikuti laju visi Gubernur terpilih dengan tagline NTB Makmur Mendunia.
Salah satu BUMD terpenting yaitu, Bank NTB Syariah. Apalagi akhir-akhir ini banyak masalah. Mulai dari soal dana CSR bermasalah hingga Direktur Utama yang mendadak mundur sebelum masa jabatan berakhir.
Termasuk, masalah optimalisasi pelayanan yang cukup mengecewakan nasabah dalam jangka waktu yang lama. “Itu pesan publik yang kami tangkap di bawah,” ujar Supratman.
Demikian juga pada BUMD lainnya. Seperti PT GNE, yang selama ini belum cukup baik dalam mengelola bisnisnya.
“Sebagai angkatan muda NTB kami sangat menaruh harapan besar kepada Pak Iqbal dan Umi Dinda untuk membenahi NTB,” pungkasnya. (*)