Lombok Timur (NTBSatu) – Peristiwa memilukan kembali terjadi di Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah.
Pada Selasa, 1 April 2025 malam, seorang warga Dusun Gerintuk 2 yang meninggal dunia di Puskesmas Batu Jangkih tidak bisa dipulangkan karena tidak ada akses.
“Ada jembatan tapi belum jadi, dan jalan pun rusak dan terjal, tidak bisa dilalui roda empat. Kami mohon bantuannya,” ucap Abdurrahman, warga setempat meminta bantuan melalui pesan suara WhatsApp.
Ia berharap, siapapun yang mendengar voice note yang ia kirim, bisa tersampaikan ke Presiden, Gubernur dan Bupati Lombok Tengah.
Selain jembatan rusak, jalan di jalur dusun tersebut tak layak dilalui.
“Mohon agar warga yang punya akses, sampaikan ini ke pemerintah. Ini tentang rasa kemanusiaan,” ujarnya.
Voice note itu terkirim ke sejumlah Grup WA, salah satunya WAG “Pojok NTB”. Selain pesan suara, potongan video dan foto terlampir sebagai keterangan pelengkap peristiwa. Termasuk ke WAG “Sasambo”.
Sementara Kepala Desa Batu Jangkih, Saurim, mengatakan saat ini almarhum sudah berhasil dipulangkan ke rumah duka dengan cara ditandu sejauh tiga kilometer. Ia menyebut kondisi akses yang sulit ini sudah berlarut sejak lama.
“Baru dua tahun ini diperhatikan. Kita dibuatkan jembatan, tapi belum jadi,” ucapnya kepada NTBSatu.
Saurim mengaku pihaknya sudah sering kali mengajukan proposal perbaikan jalan ke Pemkab Lombok Tengah.
“Tapi jawabannya selalu tidak bisa, karena jalan desa. Sementara dana kami di desa sangat terbatas,” ungkapnya.
Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah maupun Pemerintah Provinsi NTB dapat memberi perhatian kepada nasib warga Desa Batu Jangkih.
Peristiwa Terus Berulang
Sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi di Dusun Pemoles, Desa Batujangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam video yang beredar, nampak sejumlah warga terpaksa menandu seorang perempuan untuk pergi berobat lantaran jalan yang rusak parah.
Terlihat sejumlah warga menggotong perempuan sakit tersebut sampai puskesmas setempat lantaran kendaraan roda empat tidak bisa melintas di jalan terjal tersebut.
Menurut informasi, peristiwa itu terjawab pada Sabtu, 15 Februari 2025. Lokasinya di Praya Barat Daya.
Lebih jauh, peristiwa tak kalah pilu juga terjadi di dusun setempat. Pada Mei 2022 lalu, beredar video ibu hamil digotong menyeberang sungai karena hendak melahirkan.
Saat itu sedang hujan deras. Sorenya, debit air naik sehingga air lebih deras dari biasanya. Namun warga tetap harus menyeberangkan ibu hamil tersebut karena kondisi darurat jelang melahirkan.
Sedianya ada jembatan di lokasi tersebut, namun rusak tahun 2018 lalu. Warga pun terpaksa hari-hari menyeberang sungai. (*)