Ternak di Lombok Timur Terserang Scabies, Disnakkeswan Imbau Segera Lapor Petugas
Lombok Timur (NTBSatu) – Sejumlah kambing ternak di Kabupaten Lombok Timur tengah terserang penyakit scabies atau kudis.
Kabid Kesehatan Hewan pada Dinas Peternakan dan Kesehatan (Disnakkeswan) Kabupaten Lombok Timur, drh. Hultatang mengatakan, scabies umumnya menyerang ternak pada keadaan kekurangan pakan, musim kemarau, dan akibat lingkungan kandang yang kotor.
Ia menjelaskan, gejala yang sering dijumpai hewan dengan penyakit ini adalah gatal pada bagian tubuh, bulu rontok, kulit kasar dan koreng.
“Ternak juga terlihat gelisah dan nafsu makannya menurun, sehingga bisa menyebabkan kematian pada ternak,” kata Hultatang, Kamis, 25 April 2024.
Hultatang menegaskan, penyakit ini harus dicegah dengan cepat. Peternak diimbau untuk segera melapor ke petugas apabila ternaknya mengidap gejala scabies.
Berita Terkini:
- Deadline Jalan Lenangguar–Lunyuk Mendekat, DPRD NTB: Kesempatan Terakhir AJPG
- Kematian Jemaah Haji Jadi Evaluasi, DPRD NTB Optimistis Kementerian Haji Perbaiki Layanan
- Polemik Internal PBB NTB Menghangat, Sekwil Tegaskan Kepemimpinan Nadirah Masih Sah
- Bupati Amar Dorong Seluruh Desa di Sumbawa Barat Jadi “Desa Cantik”
Sementara pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang. Kemudian dengan pemeriksaan rutin dan pemberian obat antiparasit secara teratur.
“Jika terdapat kambing yang sudah terinfeksi, maka ternak tersebut harus dipisahkan dari kelompoknya dan ditempatkan di kandang isolasi untuk mencegah penularan,” terangnya.
Pengobatan bisa dilakukan melalui penyuntikan Ivermectin sebanyak 0,5 ml di bawah kulit. Setelah itu, dilakukan penyemprotan pada kambing. Sedangkan pada kandang dan pekarangan dilakukan penyemprotan menggunakan Cypermethrin 25 persen. (MKR)



