Tips Agar Peternak Bisa Jual Sapi dengan Harga Lebih Tinggi Setelah Idulfitri
Lombok Timur (NTBSatu) – Usai perayaan Idulfitri, permintaan sapi biasanya meningkat. Hal itu terjadi akibat meningkatnya kebutuhan daging sapi untuk acara keberangkatan haji dan dan kurban saat Iduladha.
Akibat banyaknya permintaan, harga sapi pun biasanya pelan-pelan turut meningkat menjelang Hari Raya Kurban.
Melihat adanya kenaikan harga, peternak pun sering kali tergoda dan cepat-cepat menjual sapi ternaknya.
Padahal, menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan (Disnakkeswan) Lombok Timur, H Masyhur, puncak kenaikan harga sapi biasanya terjadi pada sehari menjelang (H-1) Iduladha. Sehingga menjadi momen paling tepat untuk peternak menjual sapinya dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Sahri pun mengatakan pihaknya telah menyiapkan skenario menjelang potensi naiknya permintaan sapi tersebut.
Berita Terkini:
- Hilang Dua Hari, Evakuasi Nelayan asal Kota Bima Berlangsung Dramatis
- Tak Ada Solusi Konkret, Ratusan Guru Honorer Lombok Tengah Geruduk Kantor Bupati
- Malam ini Jaksa Tahan Kabid Dinas PUPR Dompu Tersangka Kasus Rehabilitasi Irigasi
- Dispopar Sumbawa Targetkan 14 Kapal Pesiar dan 90 Ribu Wisatawan di 2026
“Nanti kita turun ke lapangan untuk mengimbau peternak agar jangan dulu menjual sapinya saat harganya mulai naik,” ucapnya.
Sementara populasi sapi ternak di Lombok Timur tahun ini mencapai 150 ribu ekor yang didominasi oleh sapi ras Bali. Sementara sapi ternak yang berpotensi untuk dijadikan hewan kurban sekitar 25 persen.
Masyhur pun memastikan kebutuhan sapi ternak untuk kurban maupun potong di Lombok Timur akan terpenuhi pada tahun ini. Bahkan Lombok Timur disebut menjadi pemasok sapi kurban di Pulau Lombok. (MKR)



