Kota Bima (NTBSatu) – DPD Partai Golkar Kota Bima, telah menutup pendaftaran penjaringan bakal calon (balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima, pada 23 Mei 2024 kemarin.
Dalam hal ini, DPD Partai Golkar Kota Bima resmi menetapkan delapan nama bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima 2024, untuk dikirim ke DPP.
Salah satunya adalah Penjabat (Pj) Wali Kota Bima, H. Mohammad Rum, terdaftar sebagai bakal calon wali kota.
Sekretaris Tim Penjaringan DPD Partai Golkar Kota Bima, Tiswan Suryaningrat mengatakan, delapan nama tersebut akan dilaporkan ke DPP setelah pengembalian formulir darr balon wali kota dan wakil wali kota pada tanggal 31 Mei 2024 nanti.
“Setelah nama-nama kami finalisasi berdasarkan pengembalian formulir dari bakal calon, baru kami bawa ke DPP untuk dilakukan survei,” kata Tiswan kepada NTBSatu, Sabtu, 25 Mei 2024.
Adapun delapan nama yang dimaksud adalah, Muhammad Syafrudin sebagai balon wali kota, Sudirman DJ sebagai balon wakil wali kota, A. Rahman sebagai balon wali kota, Mohammad Rum sebagai balon wali kota.
Berita Terkini:
- Ayah dan Anak di Gunungsari Kompak Edarkan Sabu-sabu
- Rumor Kembali ke Timnas Indonesia Hoaks, Ini Pekerjaan Shin Tae-yong Sekarang
- KFC Pancor Resmi Tutup Setelah 10 Tahun Beroperasi di Lombok Timur
- Ini Jalur untuk Hindari Kemacetan Lebaran Topat di Mataram, Mobil Pikap Dilarang Angkut Penumpang
- Harga Anjlok, Begini Nasib iPhone 13 Jelang Seri 16 Rilis
Kemudian ada Hj. Eliya Alwaini balon wakil wali kota, Alfian Indra Wirawan balon wali kota, Syafriansar sebagai balon wali kota, serta Ilham Sabil sebagai balon wali kota.
“Delapan nama ini akan dikirim ke DPP Partai Golkar,” ujar Tiswan.
Sebelumnya Tiswan membeberkan, bakal calon yang akan diusung Partai Golkar pada Pilkada Kota Bima nanti, harus memenuhi kriteria dan syarat yang ditetapkan oleh internal partai.
Adapun beberapa kriteria yang diinginkan partai yang dipimpin Airlangga Hartarto ini, yakni merupakan tokoh yang merakyat, dikenal dan mengenal masyarakat.
Kemudian memiliki ide, gagasan dan terobosan untuk pembangunan kota bima. Selanjutnya, figur tersebut mampu berlaku adil, jujur, dan memiliki kesungguhan hati yang baik untuk Kota Bima.
“Yang paling penting merupakan tokoh yang agamais dan religius serta mampu berdiri untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (MYM)