Masyarakat di Kawasan Kaki Gunung Rinjani Keluhkan Susah Sinyal dan Kelangkaan Pupuk
Mataram (NTBSatu) – Pada kegiatan Jumat Salam kemarin, Pemprov NTB melaksanakannya di salah satu desa di kawasan kaki Gunung Rinjani, yakni Desa Bilok Petung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.
Pada kegiatan Jumat Salam ini, masyarakat Desa Bilok Petung menyampaikan persoalan yang dialaminya saat ini, dua di antaranya terkait susah sinyal atau blank spot dan kelangkaan pupuk.
Bawadi, salah seorang masyarakat setempat mengaku, masalah kelangkaan pupuk dan susah sinyal ini, bukanlah persoalan baru.
Masalah kelangkaan pupuk di desa itu sudah dialami petani sejak dua tahun lalu. Dari sekian banyak kelompok tani yang dibentuk, hanya beberapa yang memperoleh jatah pupuk tersebut.
“Terutama masyarakat yang memupuk tanaman jambu mete ini sebagai penghasil yang tertinggi kami. Tentu pupuk ini sangat kurang bahkan boleh dikatakan langka,” kata Bawadi, paja Jumat, 2 Februari 2024.
Berita Terkini:
- 566 Warga Binaan Lapas Sumbawa Dapat Remisi Idulfitri 1447 Hijriah
- 347 Narapidana Lapas IIB Selong Lombok Timur Terima Remisi Idulfitri 1447 H
- Salat Idulfitri di Lapangan Pahlawan, Jarot–Ansori Serukan Persatuan dan Refleksi Pembangunan Sumbawa
- Momen Idulfitri 1447 H, Bupati Paparkan Pemerataan Kartu KSB Maju dan Strategi Transformasi Ekonomi Pasca Tambang
Karena itu ia berharap, agar pemerintah dalam pembagian pupuk subsidi dibagikan secara merata. Mengingat, sebagai daerah pembudidaya jambu mete terbesar di Lombok Timur, ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau sangat dibutuhkan.
“Tentu dari harga sangat berpengaruh sekali untuk petani, kalau yang tidak subsidi mahal sekali, yang urea saja harganya Rp800.000 kalau Toska Rp1,5 juta nah ini sangat jauh sekali,” ujarnya.
Sementara untuk persoalan sinyal, masyarakat di Desa Bilok Petung bahkan ada yang sampai naik gunung hanya untuk mencari sinyal.



