Daerah NTB

Disnakeswan NTB Ogah Eliminasi Anjing Liar, Lebih Memilih Dimandulkan

Mataram (NTBSatu) – Sempat mengemuka beberapa waktu lalu bawa sebagian masyarakat NTB ingin memusnahkan atau mengeliminasi keberadaan anjing liar untuk mencegah penyakit rabies.

Hal itu disuarakan karena dinilai meresahkan masyarakat, ditambah sudah banyak yang menjadi korban gigitan anjing liar tersebut.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Muhammad Riadi mengatakan, pihaknya bersama Dinas Pertanian Kota Mataram, telah berkoordinasi untuk memberikan pengertian terhadap keinginan masyarakat untuk melakukan pemusnahan anjing liar itu.

Sebab, untuk memusnahkan atau mengeliminasi anjing liar itu ada racunnya sendiri dengan harga yang terbilang cukup mahal.

“Kalau mau eliminasi juga kita tidak punya dananya. Karena kalau kita gunakan racun, harganya mahal, per gram itu sampai Rp12 juta,” ujar Riadi, pada Selasa, 30 Januari 2024.

Selain harganya yang mahal, untuk mendapatkan racunnya juga sangat ketat, ditambah pengaplikasian atau penggunaan racun tersebut harus dalam pengawasan dokter hewan.

Baca Juga: Mantan Tahanan Ini Sumbang Ratusan Buku ke Lapas Selong

“Jadi tidak gampang, tidak kayak kita meracun tikus kalau racun anjing liar ini,” katanya.

Karena itu, ia mengimbau kepada para pecinta hewan untuk tidak perlu khawatir. Karena untuk meminimalisir keberadaan anjing liar di NTB dengan cara eliminasi bukan menjadi pilihan.

“Sekarang ini, mengeliminasi anjing liar dengan cara diracun tidak menjadi pilihan kita. Dan yang menjadi pilihan itu di mandulkan atau disterilisasi,” ungkapnya.

Pun, dalam melakukan sterilisasi, Riadi mengaku dibantu oleh beberapa NGO, lantaran anggaran yang dialokasikan tidak cukup.

“Targetnya tidak sesuai dengan populasi anjing liar yang dihadapi di NTB,” tandasnya. (MYM)

Baca Juga: Inilah Hasil Survei Terbaru Elektabilitas Capres-Cawapres, Siapa Unggul?

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button