Pro Kontra Soal Pengungsi Rohingya, Mahfud MD: Indonesia Berhak Mengusir
Mataram (NTBSatu) – Akhir-akhir ini video tingkah laku pengungsi Rohingya selalu ramai di media sosial. Video TikTok yang terbaru menggambarkan salah seorang warga setempat mendatangi pengungsi Rohingya dengan membawa golok lantaran diduga pengungsi Rohingya tersebut buang air besar sembarangan di area tambak ikan warga.
Sikap pengungsi Rohingya itu dinilai sangat merugikan warga dan mengotori lingkungan. Ramainya persoalan tersebut, membuat publik geram terhadap prilaku para pengungsi.
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD saat dimintai tanggapan oleh awak media soal pengungsi Rohingya, pihaknya menyatakan dengan tegas bahwa berdasarkan hukum internasional, indonesia di perbolehkan menolak atau mengusir Rohingya.
“Sebenarnya berhak membuang. Indonesia berhak mengusir menurut hukum internasional,” ujar Mahfud, dikutip dari Metronews.com, Jumat, 15 Desember 2023.
Berdasarkan penjelasannya, negara yang berhak menampung Rohingya ialah negara-negara yang menandatangani Konvensi Pengungsi 1951. Sedangkan Indonesia tidak ikut menandatangani. Pemerintah punya dasar ini. Namun, Indonesia mengedepankan diplomasi kemanusiaan.
Berita Terkini:
- Klarifikasi Pemprov NTB, Penetapan Direksi PT GNE Tetap Melalui RUPS
- DPD IMM NTB Mengutuk Keras Dugaan Pelanggaran Hukum Oknum TNI dalam Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras
- Empat Amalan di Malam Takbiran agar Mendapat Pahala Berlimpah
- Akademisi Unram Soroti Seleksi Direksi PT GNE, Pansel Dinilai Cacat Prosedur
Dengan dasar kemanusiaan, Indonesia siap menampung pengungsi yang datang.”Oleh sebab itu kita tetap amankan sekarang di suatu tempat. Masih akan dicarikan tempat penampungan sementata. Saya katakan penampungan sementara,” ujarnya.
Sebagai informasi, sebanyak 1.200 orang pengungsi Rohingya telah mendarat di Indonesia sejak November 2023. Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyebut ada 300 orang lagi yang baru tiba di Indonesia pada pekan lalu. (SAT)



