Komunitas LHSS Berharap Pemda Kembangkan Wisata Sejarah di Lombok
Mataram (NTBSatu) – Saat ini, wisata sejarah atau Heritage Tourism menjadi salah satu tren pariwisata yang berkembang. Tak terkecuali di Lombok, NTB.
Salah seorang pegiat Lombok Heritage and Science Society (LHSS), Ahmad Sugeng mengatakan, Potensi wisata sejarah di Lombok sangat menjanjikan, karena selain dianugerahi beberapa tempat yang punya nilai sejarah yang tinggi. Wisata sejarah juga merupakan peluang wisata alternatif dari wisata mainstream lainya.
“Wisata sejarah akan memberikan pengalaman yang lebih personal kepada para wisatawan, karena wisata sejarah itu sifatnya personalize. Dalam arti tidak dilakukan dalam kelompok yang besar (mass tourism),” katanya dikonfirmasi NTBSatu, Minggu, 2 Desember 2023.
Adapun beberapa wisata sejarah yang ada di Lombok, seperti Kota Tua Ampenan yang pernah menjadi tempat tinggalnya seorang ilmuwan besar yang memberikan kontribusi besar terhadap ilmu pengetahuan dunia, yakni Alfred Russel Wallace.
Kemudian Kota Cakranegara, yang dikenal oleh dunia sebagai tempat ditemukannya Kitab Negara Kertagama dan telah diakui sebagai memori dunia UNISCO.
Berita Terkini:
- Sekda NTB: Orang Luar yang Luar Biasa?
- Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp11,4 Triliun, Siap Masuk Kas Negara
- Kawasan Wisata Tibu Ijo Lombok Barat Ditutup Total Usai Telan Korban Jiwa
- Polemik Sekda Impor Mencuat Usai Abul Chair Dilantik, Pemprov NTB: Kita Berikan Kesempatan
“Belum lagi Kota Mataram dengan berbagai cerita sejarahnya. Ada kisah Kerajaan Mataram Lombok yang pernah berjaya di abad 19 atau sejarah tentang Pemerintahan Kolonial Belanda yang masih menyisakan beberapa bangunan-bangunan,” ujar Gegen, sapaan akrabnya.
“Belum lagi tempat-tempat lain di Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara,” tambahnya.
Menurut Gegen, semua tempat wisata sejarah yang ada di Lombok khususnya, mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi wisata sejarah berbasis kearifan lokal.
Tentu, hadirnya wisata sejarah tersebut akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar
“Wisata sejarah adalah wisata berkelanjutan yang akan tetap ada sampai kapan pun,” ucapnya.



