Pendidikan

Hati-hati! Ini Jurusan yang Sulit Mendapat Pekerjaan Setelah Lulus Kuliah

Mataram (NTBSatu) – Beberapa bidang studi menunjukkan potensi tinggi pengangguran, yang dipicu oleh kesulitan mendapatkan pekerjaan pasca kelulusan.

Berdasarkan data BPS tahun 2022, lulusan universitas memiliki risiko pengangguran lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan diploma atau akademi, yang sebagian besar disebabkan oleh preferensi pekerjaan yang bergengsi, serta jumlah perguruan tinggi dan universitas yang sama.

Data BPS Februari 2022 mencatat lebih dari 800.000 lulusan universitas menganggur, sementara lulusan diploma dan akademi mencapai sekitar 200.000 orang.

Dalam konteks ini, beberapa jurusan khususnya menonjol dengan jumlah pengangguran yang signifikan.

Berikut ini penjelasan jurusan ini banyak menganggur.

Berita Terkini:

Sastra Asing
Sastra asing merupakan salah satu jurusan yang memiliki potensi pengangguran cukup tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya perusahaan yang membutuhkan seseorang dengan gelar sarjana sastra asing.

Salah satu potensi pekerjaan milik lulusan sastra asing di Indonesia adalah lowongan yang membuka pekerja untuk seluruh jurusan.

Filsafat
Selanjutnya adalah filsafat, jurusan yang mempelajari kajian seputar aspek kehidupan manusia.

Lewat ilmu filsafat, kita belajar banyak soal nilai, moralitas, hingga struktur berpikir secara mendasar.

Meski hampir seluruh ilmu menanamkan prinsip filsafat, nyatanya sarjana dari jurusan ini sulit mendapatkan kerja.

Ilmu Kesehatan
Sama halnya dengan Pendidikan, jurusan Ilmu Kesehatan dilihat dari kesejahteraan pekerjanya yang kurang.

Ditambah lagi, pertumbuhan lembaga kesehatan di Indonesia tak berbanding lurus dengan lulusan Ilmu Kesehatan.

Sejarah
Berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh Hotcourse Indonesia pada tahun 2014-2016 mengatakan bahwa lulusan program studi sejarah mempunyai angka pengangguran yang cukup tinggi, yaitu mencapai 50,7 persen.

Hal ini kemungkinan juga disebabkan oleh kurangnya perusahaan di Indonesia yang membutuhkan sarjana sejarah.

Olahraga
Melansir dari berbagai sumber, jurusan ini memiliki tingkat pengangguran sebesar 51 persen. Prodi Olahraga membutuhkan kemampuan fisik dan teknis yang baik.

Namun, memiliki pasar yang sempit dan jurusan ini juga membutuhkan sertifikat serta lisensi yang harus diperbarui secara berkala.

Pariwisata
Meski Indonesia memiliki banyak tempat pariwisata yang sangat menakjubkan, tetapi banyak lulusan pariwisata yang sulit mendapatkan pekerjaan.

Hal ini bisa disebabkan oleh tingkat persaingan yang tinggi dan fluktuasi dalam bidang pariwisata, sehingga menjadikan lulusannya sulit menemukan. (SAT)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button