Sri Mulyani, BI, OJK, dan LPS Rundingkan Paket Komplet agar Perekonomian Stabil
Mataram (NTBSatu) – Kondisi global yang dilanda ketidakpastian menyebabkan dampak buruk bagi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia. Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati dengan sigap mengambil tindakan dengan mendorong Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk merilis paket kebijakan guna merespons situasi perekonomian terkini.
Sri Mulyani bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengadakan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara hari ini.
Berita Terkini:
- Kapal Bocor di Perairan Sangiang, Seorang ABK Meninggal Dunia Terjebak di Kamar Kapal
- Realisasi APBD KSB 2025: Pendapatan Melampaui Target, SiLPA Tembus Rp1,14 Triliun
- TNI Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa dan Santunan Rp1,8 Miliar untuk Tiga Prajurit Gugur di Lebanon
- DLH Lombok Tengah Dorong Satgas Koordinasi Terkait Penangguhan 80 Dapur MBG
“Kita akan terus sinkronkan kebijakan moneter dan fiskal agar dalam situasi di mana pemicunya adalah negara seperti Amerika Serikat dampaknya ke ekonomi kita bisa dimitigasi dan diminimalkan. Baik terhadap nilai tukar, inflasi, maupun terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan,” ungkap Sri Mulyani melansir CNBC Indonesia, Senin, 23 Oktober 2023.
Lebih lanjut ia menjelaskan, tekanan terhadap rupiah disebabkan oleh situasi global, khususnya bersumber dari Amerika Serikat (AS). Suku bunga acuan AS dimungkinkan masih terus naik, demi meredam inflasi tinggi.



