Sri Mulyani, BI, OJK, dan LPS Rundingkan Paket Komplet agar Perekonomian Stabil
Mataram (NTBSatu) – Kondisi global yang dilanda ketidakpastian menyebabkan dampak buruk bagi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia. Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati dengan sigap mengambil tindakan dengan mendorong Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk merilis paket kebijakan guna merespons situasi perekonomian terkini.
Sri Mulyani bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengadakan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara hari ini.
Berita Terkini:
- Beda Hasil Survei SKI dan e-PPGBM soal Stunting NTB, Intervensi Tepat Sasaran Jadi Kunci
- Kemenag Siapkan Sanksi Menyusul Penangkapan Oknum Pimpinan Ponpes di Lotim
- TPA Raberas Penuh dan Armada Menua Jadi Alarm Krisis Sampah Sumbawa
- Pengakuan Eks Kapolres Bima Kota Usai Dipecat: Bantah Terima Uang Bandar, Akui Pakai Narkoba Sejak 2019
“Kita akan terus sinkronkan kebijakan moneter dan fiskal agar dalam situasi di mana pemicunya adalah negara seperti Amerika Serikat dampaknya ke ekonomi kita bisa dimitigasi dan diminimalkan. Baik terhadap nilai tukar, inflasi, maupun terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan,” ungkap Sri Mulyani melansir CNBC Indonesia, Senin, 23 Oktober 2023.
Lebih lanjut ia menjelaskan, tekanan terhadap rupiah disebabkan oleh situasi global, khususnya bersumber dari Amerika Serikat (AS). Suku bunga acuan AS dimungkinkan masih terus naik, demi meredam inflasi tinggi.



