Anak SD di Gresik Alami Trauma Berat Karena Perundungan
Sebelum itu, Polres Gresik sudah memeriksa 12 saksi dari kepala sekolah, guru, dan penjaga sekolah. Pihak Polres Gresik pun masih menunggu hasil rekaman enam CCTV untuk melihat bagaimana kronologi peristiwa perundungan tersebut.
Korban yang didampingi oleh kedua orang tuanya melakukan pemeriksaan MRI di Rumah Sakit PHC Surabaya. Saat itu, korban juga ditemani oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Sebelum melakukan pemeriksaan MRI di RA PHC Surabaya, korban menjalani pemeriksaan medis rutin di RSUD dr. Soetomo. Berdasarkan pemeriksaan pihak Rumah Sakit dr. Soetomo, diketahui bahwa ada syaraf mata kanan korban yang sudah tidak berfungsi.
Berita Terkini:
- Gaji PPPK Paruh Waktu di Kota Mataram Belum Cair, BKD Beri Penjelasan
- Gaji PPPK Paruh Waktu di Mataram Belum Cair, BKD Beri Penjelasan
- Kerap Jadi Lokasi Mesum, Dinas PUPR Mataram Copot Kursi Trotoar Depan Kantor Gubernur
- Uang Rp1 Juta Tak Bertahan di Tengah Inflasi NTB
“Sekilas mata kanannya seperti normal, tapi sebenarnya tidak bisa melihat, sampai sekarang korban masih trauma, ketakukan dan tidak mau banyak bicara,” keluhnya.
Penasihat hukum keluarga korban Abdul Malik, meminta kepala sekolah dicopot dari jabatannya karena dianggapĀ lalai.Ā (WIL)



