Dirjen Kebudayaan: Kota Mataram adalah Sebuah Doa yang Menjanjikan Masa Depan Cerah
Mataram (NTB Satu) – Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikburistek), Hilmar Farid mengungkapkan alasan terpilihnya Kota Mataram sebagai lokasi penyelenggaraan Festival Komunitas Seni Media (FKSM) 2023.
Alasan tersebut karena dalam sejumlah literatur yang ada, etimologi kata ‘Mataram’ dari bahasa Sansekerta, yang berarti ‘mata’ yaitu ibu dan ‘aram’ menggambarkan kebahagian atau gairah hidup.
Berita Terkini:
- Rute Penerbangan Internasional Lombok – Australia Segera Dibuka
- Jabatan Ratusan Kades di Lombok Timur Alami Kekosongan Tahun 2026
- Pengusaha MBG Lombok Timur Diminta Bayar Zakat, Proyeksi Capaian Rp260 Juta Per Bulan
- Mutasi Pejabat NTB, Meritokrasi Dipertanyakan
Hal ini sesuai dengan tema yang diangkat dalam FKSM 2023, yakni ‘Tanah Dialektika’. Tema ini diangkat dengan tujuan mewujudkan FKSM 2023 sebagai forum untuk menelisik bagaimana media dan teknologi turut berkontribusi, pada dinamika suatu masyarakat. Khususnya dalam meramu interpretasi tentang tanah, dalam artian simbolis maupaun geografis, dan imajinasi tentang mataram.
“Karena secara sederhana, Mataram dapat dipahami sebagai sebuah doa atau kesaksian tentang sebentang tanah harapan yang menjanjikan masa depan cerah,” jelasnya, Minggu, 3 September 2023.


