Nasib Penjaga Sekolah, Kerja 24 Jam Hanya Dibayar Rp350.000 Per Bulan
Mataram (NTB Satu) – Berprofesi sebagai seorang penjaga sekolah bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, seorang penjaga harus memastikan tempat yang ia jaga tetap aman dari segala hal. Selain itu, mereka juga bertugas membuka ruang kelas sekolah, membersihkan ruang hingga halaman sekolah, dan terkadang membantu tugas-tugas pendidikan lainnya.
Jadi, sudah seharusnya upah yang mereka dapatkan itu besar, karena sesuai dengan beban pekerjaan yang mereka jalani.
Namun, hal itu tidak berlaku buat seorang penjaga Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sugiri, yang hanya mendapat gaji Rp350.000 per bulan.
Baca Juga:
- Batas Itu Nyata, dan Kita Sedang Mengujinya
- Lale Syifaun Nufus Raih KWP Award 2026, Konsisten Perjuangkan Guru Madrasah
- Sejarah Jalan “Port to Port” Lombok, Solusi Pengurai Kemacetan Jalur Barat ke Timur
- FGD Nasional: Doktor Najam Paparkan Program Desa Berdaya dan Satu Data NTB Ikhtiar Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
Yang tidak kalah menyedihkan lagi, beberapa penjaga sekolah lainnya di wilayah tersebut justru hanya mendapat honor sebesar Rp100.00 sampai Rp200.000 saja per bulannya.
“Kalau untuk makan sehari-hari tidak mencukupi. Padahal kegiatan rutinitas penjaga sekolah itu menyapu halaman, menjaga sekolah termasuk membersihkan kamar mandi, menyirami tanaman-tanaman, membuka pintu kelas tiap hari, menaikkan bendera,” ucap Sugiri dikutip dari Kompas.com, Rabu, 2 Agustus 2023.
Diakuinya, ia bekerja menjadi penjaga sekolah sudah 18 tahun, dalam pekerjaannya sehari-hari ia memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan. Termasuk siap siaga jika sewaktu-waktu para guru membutuhkan tenaganya.



