“Mungkin karena kami jauh-jauh hari juga, terkait bagaimana melakukan branding sekolah dari humas. Memberitakan prestasi-prestasi yang dicapai SMAN 8 Mataram. Dilihat dari itu, dari beberapa pemberitaan, terutama dari media sosial, banyak membuat calon siswa baru menarik untuk masuk ke sekolah kami,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia juga berharap, dengan upaya branding yang telah dilakukan bisa membuahkan hasil maksimal untuk keterisian rombongan belajar (rombel)
“Untuk tahun ini kami mendapat kuota 10 rombel dengan jumlah siswa sebanyak 320 siswa. Ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang 12 rombel, tetapi harapannya tetap sama bisa terisi, bahkan bisa maksimal keterisiannya. Apalagi dengan standar dari dinas sendiri, untuk satu rombelnya 32 siswa, mudah-mudahan terpenuhi untuk 10 rombel tahun ini,” harapnya.
Selama pelaksanaan PPDB pun, ujar Insan, pihaknya tidak mengalami kendala-kendala yang cukup berarti. Hanya saja, terkait pemetaan zonasi, Insan meminta, agar pihak dinas untuk lebih cermat kembali.
“Ada satu kecamatan, tetapi kelurahannya berdampingan yang dipisahkan oleh satu jalan saja, itu tidak masuk. Misalnya, untuk kecamatan labuapi, kelurahan desa labuapi masuk zona SMAN 8 Mataram. Tetapi di timurnya, bagek polak yang hanya beda jalan, tidak masuk zona. Maka, mungkin ke depannya pembagiannya lebih cermat dan ini menjadi catatan untuk pemetaan zonasi,” tuturnya. (JEF)
Baca Juga :
- Daftar SMA dan MA Negeri yang Terakreditasi A di Kota Mataram, 5 Sekolah Tersisih
- Daftar 12 SMK Terakreditasi A di NTB untuk Referensi Pilih Sekolah 2023
- 5 SMK di NTB Terakreditasi A dan Berstatus BLUD
- Jejak Digital Kampus di NTB yang Izinnya Dinonaktifkan Pusat
- Inilah 13 Kampus Terbaik di NTB Tahun 2023 Versi UniRank