Mataram (NTBSatu) – Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 telah mengungkapkan program studi (prodi) dengan tingkat persaingan tertinggi.
Berdasarkan data Panitia Pelaksana SNPMB, hanya sekitar 1 hingga 1,45 persen pendaftar yang berhasil diterima di 10 prodi paling ketat tahun ini.
Ilmu Komunikasi UNJ Paling Ketat
Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadi prodi dengan tingkat keketatan tertinggi, hanya 1,12 persen dari total pendaftar yang berhasil masuk.
Artinya, dari setiap 1.000 pendaftar, hanya sekitar 11 hingga 12 orang yang diterima.
Farmasi dan Keperawatan Mendominasi
Prodi di bidang kesehatan dan farmasi mendominasi daftar ini. Farmasi Universitas Mataram (Unram), Universitas Andalas (Undana), dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) semuanya memiliki tingkat keketatan di bawah 1,5 persen.
Keperawatan Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Mulawarman (Unmul) juga masuk dalam daftar dengan persaingan yang sangat ketat.
Berikut adalah 10 prodi paling ketat di SNBP 2025:
- Ilmu Komunikasi – UNJ (1,12 persen)
- Farmasi – Undana (1,24 persen)
- Keperawatan – UM (1,25 persen)
- Ilmu Komunikasi – UPI (1,37 persen)
- PGSD – Unsri (1,38 persen)
- Keperawatan – Unesa (1,41 persen)
- Farmasi – Unram (1,43 persen)
- Keperawatan – Unmul (1,45 persen)
- Teknik Pertambangan – Unhas (1,45 persen)
- Farmasi – UPNVJ (1,45 persen)
Dengan tingkat keketatan yang sangat tinggi, calon mahasiswa harus memiliki nilai akademik yang kuat. Kemudian, prestasi unggul, dan strategi seleksi yang matang.
Selain itu, memahami daya tampung dan tren peminat di setiap prodi. Hal ini dapat membantu menentukan peluang lebih baik dalam seleksi SNBP berikutnya. (*)