Dinas LHK NTB Sebut 19 Juta Pohon Ditanam untuk Kegiatan Rehabilitasi Hutan
Mataram (NTB Satu) – Total lahan dalam kegiatan Rehabilitai Lahan dan Hutan (RLH) se-NTB tahun 2019 sampai dengan bulan Desember 2022 adalah 46.392,07 Ha. Dari jumlah itu, total batang pohon adalah 19.382.656,00.
Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Rehabilitasi dan Pemberdayaan masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, Lalu Junaidin Jufri mengatakan, kegiatan RLH tersebut tersebar diseluruh wilayah yang ada di NTB.
Di Pulau Lombok 14.671,6 60.745,24. Sedangkan di Pulau Sumbawa jumlah total kegiatan Rehabilitasi 31.720,48 dengan jumlah batang pohon yang disediakan adalah 13.308.132.
Pembagian kawasan lahan rehabilitasi tersebut, terbagi dalam kawasan luar hutan dan kawasan dalam hutan.
Luas kawasan luar hutan adalah 29.341,62 Ha dengan jumlah batang 13.594.961.
Sedangkan, luas kawasan dalam hutan adalah 17.050,45 Ha dengan jumlah batang pohon 5.787.695.
Lebih lanjut, penanaman berbagai macam jenis bibit merupakan bagian dari kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan. Rehabilitasi hutan dan lahan ini, sebagai upaya dalam menutupi lahan-lahan kritis, pencegahan terhadap bencana alam, serta nantinya dapat dijadikan sebagai pengembangan industrialisasi.
“Rehabilitasi hutan dan lahan ini kita tanam berbagai macam jenis bibit. Diantaranya, pohon mangga, sawo, durian, kayu putih, dan lain sebagainya,” ujar Lalu Junaidin Jufri.
Selain itu, dari segi penanggulangan bencana, rehabilitasi hutan dan lahan ini bisa menjadi upaya dalam mencegah terjadinya banjir. Lebih khusus di kawasan Pulau Sumbawa dan sekitarnya
“Sebagai perkiraan, kalau tanaman semusim di Pulau Sumbawa masih menjadi salah satu faktor terjadinya banjir, maka kita mencoba dengan melakukan rehabilitasi hutan dan lahan ini sebagai upaya mencegah kejadian tersebut, walaupun sering mengalami kegagalan, karena pohon mati sebelum waktunya,” sambungnya.
Beberapa upaya lain dari pihak Dinas LHK sendiri untuk meminimalisir terjadinya penanaman semusim di kawasan hutan dan pegunungan khususnya di kawasan pulau Sumbwa. Ia menyarankan untuk melakukan penanaman pohon kayu putih. Dimana, untuk pemasaran hasil panen pohon kayu putih tidak lagi susah di kawasan Pulau Sumbawa.
“Penjualan hasil pohon kayu putih di pulau Sumbawa itu tidak lagi susah. Karena, sudah ada kurang lebih 3 distributor yang masih sangat kekurangan untuk produksi kayu putih ini,” tutupnya.
Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat NTB untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dengan menjaga alam sekitar. (MYM)
Lihat juga:
- Pemkot Mataram Pastikan Nasib 669 Tenaga Kontrak Aman, Opsi Outsourcing Ditolak
- LIPSUS – Labirin Sampah di Kota Mataram
- Buku Memoar “Broken Strings” Ungkap Kisah Kelam Aurelie Moeremans sebagai Korban Grooming
- Komdigi Buka Lowongan Kerja Calon Anggota KPI Pusat, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
- GLASS DAY di Pantai Amahami, STKIP Taman Siswa Bima Hadirkan Literasi Global dan Edukasi Kesehatan di Ruang Publik
- Bingung Cari Oleh-oleh Khas Lombok? Cek 5 Toko Terlengkap dan Termurah di Mataram



