IKLAN
Lombok Tengah

Terjadi Perputaran Uang, Embung Bidadari Diyakini Sulit Ditutup

Mataram (NTB Satu) – Berdasarkan hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah, air Embung Bidadari di Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah ternyata mengandung bakteri E. Coli, sehingga tidak layak untuk manusia. Namun, embung itu diyakini sulit ditutup karena sudah terjadi perputaran uang di sana.

Embung itu dipercaya masyarakat sekitar bisa menyembuhkan penyakit. Namun belakangan ini ramai masyarakat yang melaporkan diri mengalami gatal dan ruam pada kulit setelah berendam dan meminum air Embung Bidadari.

IKLAN

Karena itu, Dikes Lombok Tengah merekomendasikan agar embung tersebut ditutup sebelum terjadinya kasus yang lebih parah.

“Secara medis memang tidak layak, tapi untuk melakukan penutupan tidak bisa sepihak, karena ini lintas sektor. Kami hanya bisa memberikan kajian dan rekomendasi,” ujar Kepala Subsektor Kesehatan Lingkungan Dikes Lombok Tengah, Budi Kusmahardi, Selasa, 30 Agustus 2022.

Mengenai hasil uji tersebut, Budi mengklaim sudah memberikan edukasi kepada pemilik embung, tokoh masyarakat setempat serta Kepala Desa Saba yang menjadi titik lokasi embung tersebut.

Namun rekomendasi tersebut dirasa sulit terealisasi karena sudah terbentuknya sirkulasi ekonomi di sekitar embung tersebut. Mulai dari pendapatan parkir, pedagang makanan dan minuman, pakaian, hingga botol bekas dan odong-odong berkembang di lokasi tersebut.

“Sebaiknya memang ditutup, tapi kan sulit, di sana sudah ada perputaran ekonomi, pedagang yang biasanya dapat Rp200 ribu, bisa dapat Rp1 juta di sana,” terang Budi saat ditemui di Ruang Kerjanya.

Mendengar hal tersebut, tercipta rekomendasi alternatif, seperti dilakukannya penataan agar embung tersebut memiliki sirkulasi air dan sarana sanitasi yang memadai. Karena selama ini, air pada embung atau bendungan kecil tersebut hanya berasal dari hujan dan tidak ada pembuangan. Sedangkan, selama sebulan lebih, pengunjung yang berendam di embung tersebut mencapai ribuan orang setiap harinya.

Sebelumnya, keramaian pengunjung di embung tersebut terjadi karena dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, dari penyakit kulit hingga stroke. Sehingga banyak warga yang percaya dan berbondong-bondong membuktikan. Namun hingga saat ini, belum ada warga yang terverifikasi secara ilmiah sembuh setelah berendam di embung tersebut. (RZK)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button