Mataram (NTBSatu) – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, potensi terjadinya konflik dan polarisasi masyarakat semakin tinggi. Terlebih pelaksanaan Pemilu tahun ini dilaksanakan secara serentak.
Karena itu, wacana akan keamanan menjadi sangat penting dikala itu.
Memastikan suasana menjelang hingga pelaksanaan Pemilu kondusif, Pemprov NTB melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB telah membentuk tim Dukungan Elemen Satuan Kerja (DESK) Pemilu 2024.
Tim tersebut melibatkan pihak TNI/Polri, Bawaslu, KPU, dan Intelijen dari masing-masing kabupaten dan kota.
“Kita juga sudah membuat Surat Keputusan (SK) gubernur terkait dengan tim pemantau pelaksanaan Pemilu, baik sebulan saat pelaksanaan dan sesudahnya,” kata Kepala Bakesbangpoldagri NTB, Ruslan Abdul Gani, pada Jumat, 19 Januari 2024.
Berita Terkini:
- Gubernur Lalu Iqbal Bahas Peluang Investasi di NTB dengan Dubes RI untuk UEA
- 7 Destinasi Wisata Terbaik untuk Keluarga Selama Libur Lebaran 2025 Versi Kemenpar
- Resep Opor Ayam Putih Spesial untuk Lebaran Ketupat
- 6 Rekomendasi Wisata Alam Murah Dekat Mataram, Cocok untuk Libur Sekolah dan Lebaran
Tim yang dibentuk ini, nantinya akan bergerak menelusuri daerah-daerah vital yang berpotensi terjadi konflik.
Selain meningkatkan keamanan, tim ini juga akan memantau pelanggaran netralitas yang dilakukan oleh ASN.
“Sebisanya tim ini akan mengedukasi masyarakat, karena kita ‘pesta’ ngapain ribut-ribut,” ujar mantan Kepala BPBD NTB itu.
Sejauh ini, lanjut Gani, semua wilayah yang ada di NTB dalam keadaan kondusif. Namun demikian, Gani menyarankan untuk tidak lengah dan tetap antisipasi akan kejadian yang dapat mengganggu pelaksanaan Pemilu.
“Situasi kita di NTB, alhamdulillah sampai hari ini tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Semua dalam keadaan kondusif tetapi seperti yang sering saya sampaikan kita tidak boleh lengah,” terangnya.
Di samping itu, Pemprov NTB juga telah menyiapkan langkah antisipatif untuk mengamankan pelaksanaan kampanye digital yang akan dimulai besok.
Dalam hal ini akan melibatkan tim cyber Polda NTB dan Dinas Kominfo NTB untuk melakukan pengawasan terhadap gangguan serangan cyber. (MYM)