Mataram (NTBSatu) – Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan, terdapat tiga fokus isu penting dalam perencanaan pembangunan.
Pertama, isu lingkungan yang mengharuskan semua sektor berkontribusi dalam penyelesaiannya.
Kedua, masalah perempuan dan anak. Maksud dan penjelasannya sama, bahwa tidak lagi pengelolaannya secara sektoral. Tetapi semua sektor, sehingga menjadi lebih kuat dalam pencapaian dan pelaksanaan.
Terakhir, isu transformasi digital. Dalam hal ini, bukan pengembangan aplikasi melainkan penguatan sistem yang berbasis digital.
“Ada beberapa isu yang selama ini mengalami lokalisasi. Semua sektor itu harus mencerminkan isu lingkungan, isu perempuan dan anak. Semua dinas akan mengelola sehingga menjadi lebih kuat dalam pencapaian dan pelaksanaannya,” terang Iqbal, Senin, 24 Maret 2025.
“Terakhir transformasi digital keharusan, kita sekarang harus bergerak semua dan transformasi digital itu bukan pengembangan aplikasi. Tetapi kuatkan sistem yang didigitalisasikan,” jelasnya.
Bappeda Tulang Punggung Pembangunan
Selain fokus pada tiga isu tersebut, Iqbal juga akan menjadikan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai backbone atau tulang punggung dalam merancang dan mengawal pembangunan di NTB.
Menurut Iqbal, Bappeda memiliki peran strategis dalam memastikan setiap program pembangunan di NTB berjalan terarah dan berkelanjutan.
“Saya ingin memperkuat Bappeda ke depan sebagai backbone pemerintah NTB. Kalau perencanaan kita bagus 50 persen, pekerjaan kita selesai,” ujar Iqbal.
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki ini ingin memastikan, di tahun pertama menjabat sebagai pucuk pimpinan tertinggi di Provinsi NTB, pondasi program Iqbal – Dinda sudah kokoh. Tujuannya, sesegera mungkin masyarakat dapat merasakan realisasi visi NTB Makmur Mendunia.
“Kami ingin memastikan di tahun ini sebagian besar program Iqbal – Dinda itu sudah bisa dilaksanakan. Mungkin kita tidak bisa membuat sesuatu itu terjadi di tahun ini, tetapi setidaknya pondasinya sudah jadi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda NTB, Iswandi menyatakan kesiapannya untuk menjalankan arahan Gubernur dengan memperkuat perencanaan dan pengawasan pembangunan.
“Kami siap menjadikan Bappeda sebagai pusat perencanaan yang adaptif dan inovatif guna mendukung visi NTB makmur mendunia,” tutupnya. (*)