Harga Cabai Sebabkan Inflasi Naik, Gubernur Iqbal Fasilitasi Pasokan dari Luar Daerah
Mataram (NTBSatu) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal masih menemukan harga cabai tergolong tinggi di sejumlah pasar. Salah satunya di Pasar Gerung, Lombok Barat.
Kenaikan harga cabai menjadi salah satu pemicu meningkatnya angka inflasi NTB. Pada Januari 2026, akan inflasi NTB secara year–on–year (y–on–y) sebesar 3,86 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,56.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bima sebesar 4,82 persen dengan IHK sebesar 111,05 dan inflasi terendah terjadi di Kota Mataram sebesar 3,69 persen dengan IHK sebesar 110,21.
Sementara itu , tingkat inflasi month–to–month (m–to–m) dan tingkat inflasi year–to–date (y–to–d) Provinsi NTB bulan Januari 2026 masing-masing sebesar 0,27.
Iqbal menyampaikan, dari hasil pemantauan, inflasi di beberapa wilayah akibat kenaikan harga cabai di tiga kabupaten, yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.
“Inflasi kita naik karena harga cabai meningkat di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Ternyata dalam satu pasar saja bisa ada perbedaan harga. Tadi saya sudah bicara dengan enumerator agar menggunakan harga terendah di pasar sebagai acuan pencatatan,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.
Kenaikan harga pada komoditas cabai, jelas Iqbal, dipengaruhi faktor musim dan cuaca yang sulit diprediksi sehingga menyebabkan gagal panen di sejumlah daerah.
“Cabai ini memang tidak termasuk komoditas yang bisa diintervensi langsung seperti beras, minyak, dan gula. Mekanismenya sangat dipengaruhi supply dan demand. Apalagi saat ini banyak yang gagal panen karena cuaca,” jelasnya.
Stabilisasi Harga Lewat Pasar Murah
Meski demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus melakukan langkah stabilisasi. Pemerintah mendorong distributor dan pelaku usaha untuk mendatangkan pasokan dari luar daerah, serta memberikan fasilitasi subsidi biaya transportasi.
“Kita sudah dorong distributor dari Lombok Tengah dan Lombok Timur untuk ambil pasokan dari luar. Bahkan kita tawarkan fasilitasi biaya angkut truk dari Jawa ke NTB secara gratis melalui dukungan Badan Pangan. Ini untuk menekan harga agar tetap terjangkau masyarakat,” tambah Gubernur Iqbal.
Sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi NTB juga menggelar pasar murah sembako di sejumlah titik selama Ramadan. “Kita ingin memastikan masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang, tanpa khawatir terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok,” ujarnya.
Selain memantau harga cabai, dalam kunjungannya di Pasar Gerung, Iqbal juga memantau harga bahan pokok lainnya, salah satunya daging.
Ia menjelaskan, secara umum harga daging masih sesuai dengan harga acuan. Sementara itu, harga daging ayam mengalami kenaikan tipis karena harga ayam hidup di tingkat pemasok juga naik.
“Alhamdulillah harga daging masih sesuai harga acuan. Daging ayam memang mulai naik sedikit karena harga ayam hidupnya naik. Nanti kita minta dilakukan pengecekan ke pemasok bersama pihak terkait agar distribusinya tetap lancar,” tegasnya.
Gubernur Iqbal juga memastikan, harga minyak goreng, beras, dan bawang juga masih dalam kondisi terkendali. Pemerintah Provinsi NTB akan terus memantau perkembangan harga serta mengambil langkah cepat dan terukur, guna menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bagi seluruh masyarakat NTB. (*)



