Mengenal Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk Prabowo

Jakarta (NTBSatu) – Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Donny Ermawan menjelaskan tugas lembaganya setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya pada Rabu, 22 Juli 2026. Ia menyebut tugasnya menyiapkan calon pemimpin masa depan.
“Nah, inilah beliau menginginkan adanya pendidikan-pendidikan baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan juga di pemerintahan. Nah, beliau ingin mengkonsolidasikan, mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini,” kata Donny di Istana Negara, Jakarta, mengutip video YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 22 Juli 2026.
Konsep URI
Donny mengatakan, URI akan terhubung dengan Sekolah Unggulan Garuda. Selanjutnya, Presiden Prabowo Subianto akan mendirikan kampus URI yang terintegrasi dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Selain itu, ia menyebutkan, ke depannya URI akan mendirikan sebanyak 10 kampus.
“Ini semua adalah terkait dengan pendidikan, pembinaan, penyiapan sumber daya manusia untuk ke depan, baik untuk pemerintahan ataupun untuk BUMN,” ucap Donny.
Tak hanya itu, ia kemudian memaparka bahwa Gubernur URI membawahi Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan. Badan tersebut membawahi Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan Lembaga Administrasi Negara.
“Nah, Lembaga Administrasi Negara ini yang ada, sudah ada saat ini akan diintegrasikan tapi akan ditambahkan tugas dan fungsinya. Akan diperkuat. Kalau selama ini melaksanakan khususnya pembinaan untuk ASN, nantinya akan kita tambahkan juga untuk BUMN. Jadi penyiapan karyawan untuk BUMN juga akan dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara,” ujar dia.
Di sisi lain, Donny mengungkapkan bahwa URI mulai beroperasi. Saat ini, URI melatih dan membina 399 pegawai baru BUMN agar menjadi pemimpin yang berkarakter dan berintegritas. Sementara untuk pembiayaan URI sepenuhnya akan berasal dari APBN.
“Pemerintah akan membangun Kampus URI di bekas lahan perkebunan sawit PTPN di Bogor. Sementara itu, aktivitas URI berlangsung di Gedung Kementerian BUMN di Jakarta,” bebernya.
Donny mengatakan Kampus URI juga akan berjalan seperti kampus pada umumnya dengan lulusan bergelar sarjana.
Peran URI
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pemerintah menyiapkan Universitas Republik Indonesia untuk mencetak calon pemimpin bangsa.
Modelnya mengadopsi sistem pendidikan kepemimpinan yang sejumlah negara terapkan.
“Itu sudah kita persiapkan lama. Cuma, waktunya kan enggak pas lama. Nanti ada waktunya aku jelasin, detailnya. Jadi, belajar kayak beberapa negara itu punya lembaga-lembaga pendidikan yang emang khusus itu mempersiapkan calon-calon pemimpin,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Prasetyo menuturkan sejumlah negara memiliki lembaga pendidikan khusus untuk menyiapkan calon pemimpin yang akan mengisi jabatan strategis di pemerintahan.
Lebih lanjut, Prasetyo menyampaikan sebagian besar pejabat pemerintahan, pejabat BUMN, hingga kepala daerah pernah menempuh pendidikan di lembaga tersebut.
“Semua pejabat pemerintahan, semua pejabat BUMN, bahkan pejabat gubernur, bupati itu harus masuk atau pernah mengikuti pendidikan itu, satu lembaga,” kata dia. (*)




