Mengenal Erni Johan, Dari Aktivis HMI hingga TA Ketua Fraksi Gerindra
Jakarta (NTBSatu) – Perjalanan karier Erni Johan menunjukkan kiprah panjang di dunia organisasi, akademik, hingga politik nasional. Perempuan kelahiran Desa Tenga, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, pada 7 Agustus 1975 itu mengawali perjalanan kepemimpinannya melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Sebelum kemudian dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan DPR RI dan Partai Gerindra.
Erni memulai kiprahnya sebagai Ketua Bidang Pembinaan Anggota (Kabid PA) HMI Cabang Mataram. Aktivitas organisasinya berlanjut saat ia bergabung sebagai pengurus Korps HMI-Wati (KOHATI) PB HMI pada 2001. Dalam perjalanan itu, ia bahkan maju sebagai kandidat Ketua Umum KOHATI PB HMI.
Meski belum berhasil memimpin KOHATI PB HMI, Erni memilih melanjutkan pendidikan. Ia menyelesaikan studi magister pada Program Biologi Konservasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Indonesia pada 2005.
“Saat menjadi kandidat Ketua Umum KOHATI PB HMI saya memang belum terpilih. Setelah itu saya memilih fokus menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Indonesia,” kata Erni kepada NTBSatu, Rabu, 8 Juli 2026.
Setelah meraih gelar magister, Erni mengawali karier profesional di Yayasan Empati Hidup yang berkantor di Depok. Pada waktu yang sama, ia juga mendirikan Lembaga Advokasi dan Riset (LARAS) sebagai wadah yang bergerak di bidang advokasi dan penelitian.
Pengalamannya di dunia advokasi membuka jalan menuju parlemen. Saat itu, anggota DPD RI, Harun Al Rasyid, memintanya bergabung sebagai staf pendamping.
“Saya bekerja di Yayasan Empati Hidup dan mendirikan LARAS. Bersamaan dengan itu, Pak Harun Al Rasyid meminta saya menjadi stafnya di DPD RI,” ujarnya.
Kesempatan yang lebih besar datang ketika DPR RI membuka rekrutmen tenaga ahli. Erni kemudian lolos dan bertugas sebagai Tenaga Ahli anggota Komisi VIII DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara III Partai Bintang Reformasi pada periode 2004–2009.
Kariernya di lingkungan Partai Gerindra terus berkembang. Pimpinan partai kemudian memintanya bergabung sebagai pengurus DPP Gerindra di bawah koordinasi Edhy Prabowo yang saat itu menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi Pembangunan.
“Dari situ saya mulai aktif sebagai pengurus di Partai Gerindra,” tutur Erni.
Jadi TA Keponakan Prabowo
Pada periode 2009–2014, Erni bertugas mendampingi anggota DPR RI Luther Kombong dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur. Dalam periode tersebut, Fraksi Partai Gerindra menunjuknya sebagai Koordinator Tenaga Ahli Komisi IV DPR RI.
Pada periode 2019–2024, Fraksi Partai Gerindra kembali memberikan kepercayaan kepada Erni Johan sebagai Koordinator Tenaga Ahli Komisi IV DPR RI.
“Ketika Pak Budisatrio Djiwandono menjadi Wakil Ketua Komisi IV, saya kembali dipercaya menjadi Koordinator Tenaga Ahli,” katanya.
Hingga kini, Erni mengaku masih aktif sebagai pengurus DPP Partai Gerindra. Meski DPP belum mengumumkan struktur kepengurusan terbaru melalui surat keputusan. Selain itu, ia juga aktif di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Saat ini, Erni bertugas sebagai Tenaga Ahli Ketua Fraksi Partai Gerindra, Budisatrio Djiwandono. Dalam peran tersebut, ia mengawal berbagai aspirasi masyarakat dan rutin turun ke daerah pemilihan untuk memastikan berbagai kebutuhan masyarakat terserap dengan baik.
“Sampai sekarang saya tetap dipercaya menjadi Koordinator Tenaga Ahli Pak Budisatrio Djiwandono sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra. Beliau selalu meminta saya turun langsung ke lapangan untuk mengawal aspirasi masyarakat di daerah pemilihan,” pungkasnya. (*)




