Kemiri Di Dodo Rinti

Oleh: Muhammad Iqbal – Dosen Di Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Teknologi Sumbawa
Suatu pagi di desa ropang, saya dan beberapa teman duduk di teras depan rumah tempat kami menginap. Kami ngobrolringan sambil menikmati kopi kampung khas Desa lawin.
Pagi itu, matahari mulai ingin “menampakkan” diri. Tetapi masih terhalang oleh bukit – bukit tinggi dan kabut awan yang mengelilingi Desa Ropang. Saat pagi, suasana khas desaterasa sangat menenangkan. Mata dan telinga “dimanjakan” oleh asrinya pemandangan bukit bukit dan suara burung di sekeliling. Tenang, sejuk dan bersahabat adalah suasana yang bisa saya rasakan di ropang pagi itu.
Desa ropang sendiri merupakan “ibu kota” kecamatan dari 5 desa. Ada Desa Lebin yang terletak berada sebelum desaropang. Selanjutnya ada Desa Lawin, Desa Lebangkar dan Desa Ranan. Desa ini semua merupakan desa – desa yang terletak di perbukitan dan berada di bagian Selatan kabupaten Sumbawa.
Di belakang rumah – rumah penduduk di desa ini, terdapat pohon – pohon kemiri yang melimpah dan juga ada pohon kopi. Dan pohon – pohon kemiri ini, tepat berada di “halaman depan” hutan yang dinamakan Dodo Rinti itu.
Dodo rinti Adalah Kawasan hutan yang memiliki kandungan mineral emas yang banyak. Bahkan kabarnya, melebihi dua kali lipat dari kandungan yang ada di Kawasan Batu Hijau Kabupaten Sumbawa Barat.
Fakta hari ini, ada banyak Perusahaan tambang mineral yang melakukan kegiatan investasi, eksplorasi dan eksploitasi. Baik di Kawasan dodo rinti maupun di area yang berdekatandengannya. Begitu juga kegiatan pertambangan rakyat, sangat masif dilakukan.
Dodo Rinti beserta bukit-bukit hutan di sekitarnya telah menjadi magnet bagi Perusahaan dan penambang emas. Itulah keistimewaan dari bukit yang dinamakan dodo rinti. Dia seperti “gadis perawan” cantik yang “menggoda” dan “merangsang” banyak orang.
Kemiri di Dodo Rinti mungkin hanyalah sebuah judul dari tulisan sederhana ini. Tetapi bagi saya, kemiri di Dodo Rinti adalah keseimbangan. Bahwa di dalam perut bukit Dodo Rinti, selain tersimpan mineral emas yang melimpah. Juga tumbuh dan hidup pohon – pohon kemiri yang melimpah.
Kemiri dan emas di dodo rinti, Dua duanya memberi dampak ekonomi yang menguntungkan bagi banyak orang. Kemiri di dodo rinti kalau diperas lagi, maka lahir dalam dua kalimat “mempertahankan inti dan menstimulasi kemajuan”.
Kemiri adalah salah satu inti dan emas Dodo Rinti adalah hadiah agar menjadi daya ungkit dan gerak kemajuan bagi Masyarakat.
Catatan ini, mungkin masuk dalam deretan panjang respons-respons sebelumnya tentang dinamika keberadaan kegiatanpertambangan. Tulisan ini bisa jadi hanyalah teks biasa dan sepintas, lalu lewat saja. Tetapi saya yakin, ada banyak juga kegelisahan yang sama dipikir dan dirasakan oleh beberapayang lain. Bahwa kekayaan sumber daya alam yang dimilikioleh setiap tempat apakah akan menjadi anugerah ataumusibah.
Sumbawa itu Keseimbangan
Mengambil dan memanfaatkan kandungan emas mineral yang ada di dalamnya tidaklah salah. Mengelolanya untukkesejahteraan dan memberikan keuntungan ekonomi bagi banyak orang.
Tetapi perlu diingat, dan ditanamkan dalam-dalam di setiap diri kita. Bahwa kandungan yang ada itu, hanya dapat diambil sekali saja. “dipanen” sekali itu saja. Bukit yang berisi emas mineral itu tidak dapat diperbarui. Jangankan “berbunga”, dan “berbuah” kembali, tumbuh “pucuk” pun tidak ada.
Artinya itu ekonomi jangka pendek, sesaat dan tidak akan bertahan lama. Secara empiris, banyak daerah dan negara yang punya kanduangan emas mineal berakhir dengan cerita yang pilu dan menyedihkan. Tetapi ada juga yang berhasil mengelola dengan baik dan menjadi pengungkit dan penggerak kemajuan pembangunan.
Kemiri adalah komoditas mahal dan Istimewa. Negara–negara maju sudah membeli kemiri dari Sumbawa, Bima dan Lombok. Sampai tahun ini kemiri terus di ekspor ke negara-negara seperti Arab Saudi, Jepang, Belanda dan lain-lain.
Di pasar domestik juga, Kemiri merupakan barang yang laku dan punya pembeli. Kemiri dibutuhkan untuk makanan, Kesehatan dan kecantikan. Selain itu kemiri juga berfungsi menjadi energi alternatif untuk briket dan karbon aktif. Kemiri selain komoditas yang mendatangkan profit ekonomi. Kemiri berkontribusi memberikan dampak ekologi yang krusial sebagai tanaman pionir dan konservasi. Kemiri adalah Istimewa. Kemiri menyerap dan menyimpan air, melindungi dari erosi, memulihkan lahan kritis dan menyerap karbon.
Petani di kecamatan ropang, menyebut pohon kemiri Sebagai pohon penyelamat dan pohon kehidupan. Kemiri menyelamatkan petani saat paceklik, dapur mengepul dan petani bisa bertahan hidup. Kemiri tidak hanya menghidupkan manusia, tetapi menghidupkan hutan dan lingkungan yang ada. Perhatian global sekarang ini tentang perubahan iklim. Dan semua usaha dan aktivitas banyak pihak memiliki misiuntuk keberlanjutan. Dan kemiri adalah salah satujawabannya.
Teknologi dan inovasi oleh negara negara maju mendorong pada konsep energi terbarukan dan sustainability. Sekali lagi kemiri adalah salah satu jawabannya.
Lantas kita bertanya, Sumber daya alam yang ada dan kita miliki sekarang ini apakah akan menjadi anugerah atau bencana? Tergantung kita semua. Kemiri Di Dodo Rinti sekali lagi adalah KESEIMBANGAN. Manusia boleh untung dan kaya karena emas hari ini. Tetapi jangan lupa, alam ini punya cara sendiri merespons semua ini. Dan semua kita bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan hari ini. Serta masa depan seperti apa yang akan kita inginkan terjadi di kemudian hari. Mari kita terus renungkan setiap hari. (*)




