Mataram (NTBSatu) – Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, membeberkan deretan program bantuan kemasyarakatan yang bergulir di daerah pemilihannya di NTB. Berbagai program tersebut mencakup sektor pendidikan, perbaikan gizi dan kesehatan, infrastruktur desa, hingga bantuan modal bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Sari menjelaskan, bantuan di bidang pendidikan menyasar siswa sekolah umum serta para santri di pondok pesantren melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Penyaluran bantuan tersebut melibatkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Kementerian Agama (Kemenag) guna memastikan pemerataan akses belajar di pulau tersebut.
”Banyak sekali program ini, saya sampai tidak hafal. Maka saya ke mana-mana harus bawa catatan,” ujarnya pada Senin, 3 Agustus 2026.
Perbaikan Sanitasi dan Infrastruktur Desa
Selain sektor pendidikan, program perbaikan hunian dan lingkungan masyarakat menjadi prioritas intervensi infrastruktur. Sari mengawal alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) senilai Rp20 juta per unit rumah tidak layak huni. Bantuan ini mencakup anggaran belanja material bangunan dan upah tukang.
”Nah itu stimulan. Jadi bisa misalnya satu rumah butuh renovasi 50 juta, dari pemerintah ada program BSPS 20 juta. Sisanya silakan tambah,” katanya.
Untuk penguatan konektivitas antarwilayah, sektor sosial ekonomi menerima dukungan lewat program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew). Program ini membiayai pembangunan jalan penghubung antardesa guna menekan biaya transportasi warga.
”Pisew itu Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah, biasanya tuh bangun jalan yang menghubungkan dua desa,” tuturnya.
Akses Air Bersih dan Kelistrikan
Masalah krisis air bersih di wilayah NTB, khususnya Lombok Bagian Selatan, mendapat penanganan lewat penyediaan sarana air minum berbasis masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (SaniMas). Fasilitas Pamsimas bahkan sudah memproduksi air minum siap konsumsi untuk memenuhi kebutuhan warga lokal.
”Bahkan di Lombok Timur ternyata airnya itu sangat bagus. pH-nya itu menurut lembaga yang bisa tes, tanpa dimasak pun sudah aman dikonsumsi,” ujarnya.
Sari juga memfasilitasi program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM untuk mendorong pemerataan elektrifikasi di seluruh pelosok desa.
Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendukung digitalisasi pendidikan anak-anak desa. Hal ini sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi produktif di daerah. (*)




